Berita Viral
Penyebab Petugas Berpakaian APD Seret Wanita di RS Siloam : Wanita Itu Berontak
Penyebab Petugas Berpakaian APD Seret Wanita di RS Siloam : Wanita Itu Berontak
TRIBUNSUMSEL.COM, MAKASSAR - Seorang wanita yang diduga merupakan keluarga pasien rumah sakit yang meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan nampak diseret oleh petugas berpakaian hazmat.
Aksi tersebut terekam kamera dan viral di media sosial.
Dalam video itu nampak petugas memaksa sejumlah wanita untuk keluar dari sebuah ruangan.
Wanita tersebut memohon-mohon kepada tim satgas agar sabar dan jangan memaksakan kehendaknya.
Namun, wanita itu akhirnya berontak, hingga akhirnya petugas terpaksa menyeretnya.
Dalam keterangan video disebutkan bahwa peristiwa ini terjadi di Rumah Sakit (RS) Siloam.
Dikutip dari Kompas.com, hal ini dibenarkan oleh Humas RS Siloam, Putri saat dikonfirmasi pada Jumat (29/5/2020).
Ia mengatakan kejadian itu terjadi pada Kamis (28/5/2020).
Namun, Putri menyatakan bahwa petugas yang berada dalam video bukan berasal dari RS Siloam.
Melainkan berasal dari petugas Gugus Tugas Covid-19 setempat.
“Kejadiannya itu kemarin, Kamis (28/5/2020) di RS Siloam. Memang pasien itu statusnya PDP dan ditangani oleh tim dari Satgas Covid-19 yang menangani dengan mengenakan baju Hazmat. Jadi, bukan tim dari RS Siloam,” kata dia.
Putri menuturkan, wanita yang diseret itu tidak diketahui identitasnya dan hubungan dengan jenazah.
Terlebih posisi lokasi merupakan area yang steril sehingga tak sembarang orang bisa mendekat.
Pihaknya pun juga mencari siapa yang pertama kali mengunggah video tersebut di media sosial, karena dia cantumkan petugas Siloam.
“Padahal bukan petugas dari RS Siloam, karena sekuriti maupun tim emergency pun tidak bisa dekat dengan area tersebut.
Karena tim Satgas akan mensterilkan lokasi tersebut terlebih dahulu, kami posisi tidak bisa lagi mendekat. Saya sudah konfirmasi ke tim Satgas, memang mereka yang mengambil alih,” sebut dia.
Putri menyebut kejadian tersebut, dapat menjadi pembelajaran bagi RS Siloam bahwa meski bukan pihaknya yang berbuat, akan tetap terkait jika ada kejadian seperti itu.
“Ini juga menjadi pembelajaran buat kami, kalau ada peristiwa kekerasan seperti itu ujung-ujungnya pihak rumah sakit yang terkena,” ujar dia.
Saat ini pihak RS Siloam sedang menunggu hasil swab test pasien tersebut dari laboratorium.
“Status pasien yang meninggal itu, belum ada hasilnya. Karena baru dilakukan tes swab dan tidak bisa langsung hasilnya keluar. Dari beberapa kategori penunjangnya, memang dia tergolong PDP,” tutur dia.(*)