New Normal di Lubuklinggau
Sekolah Dibuka saat New Normal di Lubuklinggau 1 Juni, Orangtua Menolak: Lebih Baik Tak Naik Kelas
Sampai dengan kemarin, tercatat 72 kasus positif Corona, 53 diantaranya masih dalam perawatan.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Weni Wahyuny
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau akan mulai menerapkan new normal 1 Juni mendatang termasuk membuka sekolah mendapat penolakan dari ibu-ibu.
Suara-suara penolakan muncul karena para ibu-ibu di kota ini khawatir anak mereka akan terpapar saat berada di sekolah.
Apalagi mengingat status kota ini sebagai zona merah.
Bahkan, Lubuklinggau saat ini menempati urutan kedua setelah Kota Palembang dalam hal kasus positif Covid-19.
• UPDATE 29 Mei Pagi: Sembuh 72, Meninggal 16, Data Sebaran ODP, PDP dan Positif Covid-19 di Palembang
Sampai dengan kemarin, tercatat 72 kasus positif Corona, 53 diantaranya masih dalam perawatan.
Yani warga Kelurahan Watervang sangat menyayangkan, jika semua aktivitas belajar mengajar kembali normal seperti biasa ditengah tambahan kasus positif Covid-19 di kota ini terus bertambah.
"Kalau dibuka secara keseluruhan kami tidak setuju, karena sekarang hampir setiap hari kasus bertambah, kecuali kalau tidak ada penambahan lagi," kata ibu dua anak ini pada Tribunsumsel.com, Jumat (29/5/2020).
Ia pun meminta Pemkot Lubuklinggau, untuk meninjau ulang kebijakan tersebut.
Jika pun harus dipaksakan masuk sekolah kembali dengan alasan new normal, minimal tidak untuk anak-anak SD dan TK.
Sebab menurutnya anak usia SD dan TK belum memahami protokol Covid-19.
• Tiga Hari Dicari, Pria di Lahat yang Terlempar dari Jembatan Gantung Ditemukan, Tak lagi Bernyawa
"Kecuali SMP dan SMA mereka sudah mulai mengerti tata cara protokol Covid-19, sudah bisa dikasih penjelasan, anak SD dengan TK dikasih masker saja tidak mau, apalagi disuruh jaga jarak," ungkapnya.
Kekhawatiran juga disampaikan Yuli, ia mengaku walau pun sekolah sudah buka tetap tidak menyetujui anaknya masuknya sekolah, ia baru akan menyuruh anaknya sekolah ditahun ajaran baru.
"Dari pada maksa sekolah anak kena Corona, iya kalau nasib bagus bisa sehat dengan cepat, kalau tidak bagaimana, lebih baik tidak naik kelas juga tidak apa-apa, apalagi Linggau ini masih zona merah," timpalnya
Sebelumnya dijagat maya media sosial (medsos) beredar angket dan petisi yang menyatakan sekolah sebaiknya belum dibuka hingga penyebaran Covid-19 benar-benar pulih.
• Kasus Positif Covid-19 di Muba Bertambah 6 Orang, Update 29 Mei Pagi