Berita Palembang

Novi Warga Palembang Laporkan Suaminya ke Polisi, Tidak Tahan Sering Dipukul dan Diancam Dibunuh

Selama enam tahun pernikahan, sering terjadi cekcok mulut dan berakhir penganiayaan serta mengancam akan membununuhnya

Tribunsumsel.com/Khoiril
Ilustrasi suami menganiaya istri di Palembang. 

TRIBUNSUMSEL,COM, PALEMBANG-Novi Susanti dengan mata sembab dan merah mendatangi Polrestabes Palembang, Kamis (28/5/2020).

Wanita 35 tahun ini mengaku telah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Novi yang tercatat tinggal di Jalan Timbunan, Kecamatan Kertapati Palembang melaporkan suaminya bernama Muslim ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.

Novi menuturkan, KDRT tersebut bermula saat ia dan suaminya sering salah paham.

"Saya sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan suami saya, masalah kecil bisa menjadi besar dan setiap kali dia marah dia selalu memukul dan mencekik saya," ujarnya Kamis (28/5/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan selama enam tahun pernikahan, sering terjadi cekcok mulut dan berakhir penganiayaan serta mengancam akan membununuhnya.

Seorang PDP di Muratara Meninggal, Sering Berobat ke Lubuklinggau, Hasil Rapid Test Reaktif

"Suami saya ini hanya di rumah dan sehari-hari saya yang bekerja sebagai serabutan untuk mencari uang. Yang saya heran kenapa dia selalu memukul saya tanpa sebab, padahal masalah nya sepele," katanya.

Kemudian ia mengungkapkan sangat sedih melihat kedua anaknya yang selalu menangis ketika melihat ia selalu dipukul suaminya.

"Anak saya masih kecil, saya terkadang sedih melihat anak saya menangis saat saya dianiaya pelaku."

"Bukan hanya sekali namun sudah berkali-kali, setiap ada masalah kecil saya yang selalu dipukul, dan saya hanya diam tanpa melakukan perlawanan," bebernya.

Karena sudah tidak tahan korban melaporkan pelaku.

"Saya sudah tidak tahan lagi jadi saya hari ini memutuskan untuk melaporkan pelaku, pernah dulu pelaku menempelkan pisau diperut saya dan hampir menusuk saya, untungnya setelah saya meminta ampun pisau tersebut tidak jadi ditusuknya ke perut saya," ungkapnya.

Selain Jatim, Jokowi Minta Sumsel Diperhatikan karena Tingginya Penambahan Kasus Corona

Akibat kejadian KDRT tersebut korban mengalami luka memar pada bagian mata dan pelipis mata kirinya.

Sementara itu, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan KDRT yang dialami korban

Laporan sudah kita terima, selanjutnya laporan korban akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang," tutupnya.

Penulis: Pahmi Ramadan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved