Ini Penjelasan Ketua RT Soal Viral Video Warga di Magetan Usir Pendatang Pakai Meriam Bambu

pemuda itu mengusir warga yang datang karena desa tersebut ditutup sementara untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

Kompas.com/Dok. Ardaku
Tradisi perang meriam Bambu di Desa Ringin Agung Kabupaten Magetan sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu. Tradisi tersebut dilakukan setiap bulan puasa hingga Hari Raya Idul Fitri 

TRIBUNSUMSEL.COM, MAGETAN - Kasus positif virus corona atau Covid-19 masih terus meningkat di Indonesia.

Total kasus yang terkonfirmasi mencapai 23.165 kasus, dengan penambahan sebanyak 415 kasus sampai hari ini, Rabu (27/5/2020).

Apalagi sudah ada 15.870 pasien yang dirawat sampai saat ini. 

Melihat angka tersebut, masih banyak warga yang khawatir penularan virus corona di lingkungannya.

Dengan berbagai cara, masyarakat mencoba untuk menahan penyebaran.

Baru-baru ini, sempat beredar video yang memperlihatkan sekelompok pemuda mengusir warga yang datang di pintu masuk desa menggunakan meriam bambu.

Video tersebut sempat viral di media sosial.

Melansir Kompas.com, pemuda itu mengusir warga yang datang karena desa tersebut ditutup sementara untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

Para pendatang yang ngeyel ingin memasuki desa untuk mengunjungi kerabat atau koleganya "diusir" menggunakan dentuman meriam bambu.

Video viral tersebut terjadi di Desa Ringin Agung, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Ketua RT 4 Desa Ringin Agung Suparno mengatakan, video tersebut hanya bagian dari sosialisasi bahwa desa tersebut ditutup selama Lebaran.

"Tidak sampai begitu, itu hanya sosialisasi bahwa jalan desa selaam Lebaran ditutup sementara," kata Suparno saat ditemui di rumahnya, Selasa (26/5/2020).

Suparno menceritakan, bermain meriam bambu telah menjadi tradisi warga Desa Ringin Agung.

Masyarakat menyalakan meriam bambu saat memasuki bulan Ramadhan sampai tujuh hari setelah Lebaran.

Setiap sore, puluhan pemuda akan menyalakan meriam bambu menjelang berbuka puasa.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved