PSBB Palembang

Malunya Ridho Dihukum Menyapu Taman, Terjaring Razia PSBB Palembang saat Mau Beli Masker

"Sebenarnya saya keluar rumah justru mau beli masker, soalnya mau pergi. Tapi malah kena razia," ujarnya

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
Pelanggar razia masker yang terjaring razia oleh Satpol PP Palembang, Selasa (26/5/2020). Pelanggar disanksi menyapu taman kambang iwak. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Ridho warga Kertapati menjadi pelanggar yang terjaring razia saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Palembang, Selasa (26/5/2020).

Dengan menggunakan rompi oranye bertuliskan 'pelanggar PSBB kota Palembang', ia mendapat hukuman menyapu di taman kambang iwak.

Ridho kedapatan oleh petugas saat berkendara tanpa menggunakan masker.

"Sebenarnya saya keluar rumah justru mau beli masker, soalnya mau pergi. Tapi malah kena razia," ujarnya.

Dikatakan Ridho, ia begitu malu menerima hukuman seperti ini.

Namun Ridho hanya bisa pasrah menerima hukuman, lantaran saat ini Pemkot Palembang tengah menerapkan PSBB untuk menekan penyebaran covid-19 yang kian mengkhawatirkan.

Tak Pakai Masker, 25 Warga Palembang Dihukum Bersihkan Taman Kambang Iwak Selama 3 Jam

"Tadi saya dikasih tahu kalau harus nyapu disini selama 3 jam. Hukuman ini saya terima dan benar-benar kapok, jangan sampai terjaring razia lagi," ujarnya.

Pantauan Tribunsumsel.com, tak hanya Ridho dan orang dewasa, ada juga beberapa rombongan muda-mudi yang ikut terjaring razia masker oleh petugas.

Kabid Penegakan Peraturan Perundangan-undangan Satpol PP kota Palembang, Budi Nurma mengatakan hari ini ada sebanyak 25 pelanggar masker yang terjaring razia penerapan PSBB.

Jumlah yang sedikit berkurang dibanding hari sebelumnya yang berhasil menjaring sebanyak 31 pelanggar.

"Hari ini ada 5 zona yang kita periksa yaitu pertokoan, mall, pasar, fasilitas umum dan perkantoran. Hasilnya jumlah pelanggar lebih berkurang dari hari sebelumnya," ujar dia.

Pria Telah Beristri di Palembang Perkosa Tetangga Berulang Kali, Mengaku Khilaf dan Ada Kesempatan 

Lebih lanjut dikatakan, bagi pelanggar yang terjaring razia masker akan dibawa ke posko PSBB di kawasan kambang iwak persis di depan rumah dinas walikota kota Palembang.

Para pelanggar akan didata untuk kemudian mendapat sanksi berupa membersihkan fasilitas umum.

"Kita juga mewajibkan pelanggar untuk menggunakan rompi 'malu' yang telah disediakan. Ini diharapkan bisa memberi efek jera bagi pelanggar," ujarnya.

Selain hukuman berupa membersihkan fasilitas umum, ada juga sejumlah sanksi administratif yang bisa diterapkan bagi pelanggar.

Diantaranya penahan identitas pengenal berupa KTP.

"Jadi pelanggar akan mengisi surat pernyataan yang mana identitasnya akan ditahan selama 5 hari. Setelah masa itu lewat, baru kartu identitasnya boleh diambil," ujarnya.

Terkait sanksi berupa denda atau pidana, Budi mengatakan bahwa hukuman tersebut adalah langkah terakhir yang diberikan pada pelanggar.

"Kalau memang ada yang melawan petugas dan bertindak kasar, maka akan diserahkan ke aparat kepolisian. Tapi sebagaimama perwali, penerapan sanksi seperti itu adalah upaya terakhir. Kita lebih mengedepankan pada humanis dan edukatif ke masyarakat," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved