Corona di Ogan Ilir

Pemkab Ogan Ilir Pertimbangkan PSBB, Kasus Positif Corona Melonjak Jadi 40

Kasus positif Corona di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), meningkat drastis dalam beberapa hari ini

Sripo/ Resha
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ogan Ilir, Herman mengatakan, dari data yang ada, penambahan kasus positif di Ogan Ilir tidak lagi melalui kasus impor tetapi penularan lokal 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA-Kasus positif Corona di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), meningkat drastis dalam beberapa hari ini.

Kasus positif Ogan Ilir saat ini terbanyak ketiga setelah Palembang dan Lubuklinggau.

Terhitung sejak senin kemarin, angka warga yang positif Covid-19 di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, mencapai 40 orang.

Mereka tersebar di tujuh kecamatan di Ogan Ilir. Angka positif pasien Covid-19 terbanyak berada di Kecamatan Sungai Pinang sebanyak 18 kasus.

Selanjutnya di Kecamatan Pemulutan 9 kasus; di Kecamatan Indralaya 7 kasus; di Kecamatan Rantau Panjang 2 kasus; di Tanjung Raja 2 kasus; di Kecamatan Rantau Alai 1 kasus dan; di Indralaya Utara 1 kasus.

Peningkatan drastis jumlah pasien positif Covid-19 ini membuat Pemkab Ogan Ilir akan mempertimbangkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah tersebut.

Punya Alat RT PCR, Pemkot Lubuklinggau Bisa Deteksi Virus Corona dengan Cepat

Sekretaris Daerah Ogan Ilir Herman usai rapat paripurna di DPRD Ogan Ilir kemarin Senin (18/5/2020) mengatakan, dari data yang ada, penambahan kasus positif di Ogan Ilir tidak lagi melalui kasus impor tetapi penularan lokal.

Untuk mencegah tren peningkatan terus terjadi, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir telah menginstruksikan Dinas Kesehatan Ogan Ilir untuk melakukan tracing orang-orang yang pernah bersentuhan dengan pasien positif Covid-19 supaya bisa memutus mata rantai penyebaran.

“Ada peningkatan pasien positif yang mengkhawatirkan, kita sudah instruksikan kepada Dinas Kesehatan untuk melakukan tracing kepada siapa saja yang pernah bersentuhan dengan pasien positif agar dapat kita putus mata rantai penyebaranya,” kata Herman.

Jelang PSBB, PFI Palembang Bekerjasama Telkomsel Bagikan Masker ke Warga

“Kita juga sedang mempertimbangkan penerapan PSBB di Ogan Ilir, apalagi Kota Palembang dan Kota Prabumulih sudah PSBB,” terang Herman.

Ketua DPRD Ogan Ilir Suharto juga mendukung penerapan pembatasan sosial berskala besar di Ogan Ilir untuk memutus mata rantai penyebaran wabah corona.

DPRD Ogan Ilir, tegas Suharto, bahkan akan segera mengusulkan ke bupati untuk segera mengajukan permintaan penerapan PSBB ke Menteri Kesehatan.

“Berapa minggu ini drastis sekali peningkatan pasien positif di Ogan Ilir hingga mencapai 40 orang, sebagai wakil rakyat tadi di paripurna sudah kami sampaikan kepada pihak pemerintah daerah Ogan Ilir agar mempertimbangkan penerapan PSBB,” kata Suharto.

Sementara dari data yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Penangangan Covid 19 Ogan Ilir per hari Senin kemarin menyebutkan selain 40 orang positif Covid-19, sebanyak 209 orang memiliki status dalam pengawasan (ODP), 8 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 3 orang meninggal dunia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Warga Positif Corona Tembus 40 Orang, Ogan Ilir Pertimbangkan PSBB", 

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved