Dokter Sindir Pemudik: Dianjurkan Mudik Online Malah Mudik Offline, Ramai Tagar 'Indonesia Terserah'

"Ada juga yang seperti itu akhirnya mereka dianjurkan mudik online, tapi mudiknya tetap mudik offline," imbuhnya.

Instagram dr Tirta
Tangkapan layar postingan Dr Tirta soal Indonesia Terserah (16/5/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM - Buka suara terkait viral ungkapan para medis soal 'Indonesia Terserah', Chairman Junior Doctor Network Indonesia, Andi Khomaeni. 

Setelah banyaknya pelanggaran PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), kata-kata tersebut viral.

Penumpukan calon penumpang di bandara Soekarno-Hatta beberapa hari lalu adalah satu di antaranya.

Antrean penumpang di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (14/5/2020) pagi (kiri) dan kerumunan massa dalam seremoni penutupan McD Sarinah, Minggu (10/5/2020) malam.
Antrean penumpang di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (14/5/2020) pagi (kiri) dan kerumunan massa dalam seremoni penutupan McD Sarinah, Minggu (10/5/2020) malam. (Kolase (Isimewa/tribunnews) dan (KOMPAS.com/Wahyu Adityo Prodjo))

Hal itu diungkapkan Andi Khomaeni di acara Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne pada Senin(18/5/2020).

Andi menjelaskan bahwa ada respons tenaga medis menanggapi hal itu.

"Sebenarnya sih itu memang ada dua sisi ya, dua macam klaster barangkali respon yang muncul," ujar Andi.

Ada tenaga medis yang masih mencoba mengudukasi masyarakat untuk tetap di rumah.

Ada pula tenaga medis yang sudah lelah dengan pelanggaran-pelanggaran dari masyarakat.

"Saya sih bisa memahami respons temen-temen yang mengangkat, mencoba mengedukasi dengan cara mengangkat tagar tersebut."

"Agar masyarakat ini kembali oh kayaknya sudah kesel nih dari dokter-dokter, dari perawat-perawat ini ada yang kesel melihat situasi seperti itu," ujarnya.

Meski demikian, Andi mengungkapkan apresiasinya pada masyarakat yang benar melakukan anjuran dokter.

"Tapi saya sendiri mencoba melihat kerangkanya secara lebih utuh ini kan kalau kita lihat tidak terjadi di satu malam."

"Ada masyarakat yang sudah di edukasi stay at home itu bener-bener melaksanakan, dan kami salut pada yang sudah ikut ajakan tersebut," kata dia.

Menurutnya ada berbagai jenis masyarakat dalam menanggapi Covid-19.

"Tapi ada juga masyarakat yang berada di titik penangkapan yang lain, penangkapan edukasinya itu, pengaplikasian edukasinya."

"Ada yang tengah-tengah, ada tyang malah longgar banget, dan itu kemudian jika kita lihat dari hari ke hari memang tetap ada yang tetap kita terus edukasi, tepat sasarannya," ungkapnya.

Selain itu, Andi juga sempat menyindir banyaknya mudik yang terjadi meski sudah dilarang.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved