Teror Gajah di Muratara
Gajah Liar Injak Warga Muratara Bukan Ngamuk tapi Terkejut karena Banyak Warga Mendekat
Gajah Liar Injak Warga Muratara Bukan Ngamuk tapi Terkejut karena Banyak Warga Mendekat
Penulis: Rahmat Aizullah |
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Gajah liar yang menginjak warga Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) hingga tewas bukan karena mengamuk.
Namun gajah tersebut diduga terkejut karena banyak warga berbondong-bondong datang untuk melihat lebih dekat.
"Gajah itu sebenarnya tidak mengamuk, dia jalan biasa sambil makan. Nah mungkin dia terkejut karena banyak warga mendekat, akhirnya menyerang warga," kata Yatno, kepala desa setempat.
Dia sudah menghimbau warganya agar berhati-hati, karena gajah itu masih ada di sekitar perkebunan warga.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Genman Hasibuan juga mengatakan gajah tersebut bukan mengamuk.
Berdasarkan informasi yang dia terima, gajah yang mendekati permukiman warga tersebut hanya lewat untuk mencari makan.
Diduga gajah tunggal itu terusik dengan kehadiran warga yang ramai datang untuk melihat secara dekat, sehingga langsung menyerang manusia.
"Gajah itu bukan ngamuk. Gajah itu mendekati perkampungan cari makan, kabarnya banyak warga mendekat. Mungkin gajahnya terusik, jadi langsung menyerang," jelasnya.
Pihaknya sudah menurunkan tim ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menanggulangi permasalahan gajah tersebut.
Kronologi Kejadian
Seorang warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tewas diduga diinjak gajah liar, Selasa (12/5/2020).
Kejadian ini terjadi tepatnya di Blok C Dusun Sido Makmur, Desa Bumi Makmur, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara, Sumsel.
Korban bernama Zainal Abidin (53) atau biasa dipanggil Din Peledas tewas mengenaskan dengan kondisi berlumuran darah.
Korban tergeletak di dalam perkebunan sawit dengan luka yang cukup parah terutama di bagian kepalanya.
Kepala Desa Bumi Makmur, Yatno menjelaskan, kejadian ini bermula ada seekor gajah liar mendekati perkampungan warga.