Makan Nasi Kucing di Sudah Biasa, Potret Kesederhaan Didi Kempot Zaman Susah Hidup di Kos

Kehidupan Didi Kempot saat itu sederhana dan sering makan di wedangan seperti makan nasi kucing dan gorengan.

Instagram/@yanvellia_dkmanagement
Foto keluarga Didi Kempot dari istrinya Yan Vellia 

"Mas Didi Kempot itu orang yang betul berjuang dengan proses pencapaian sendiri," jelanya.

"Beliau tidak pernah mau menumpang popularitas kakaknya almarhum Mamiek ketika beliau belum sukses dan masih berjuang."

Mashuri mengatakan, saat almarhum Mamiek sedang naik daun Didi Kempot masih berjuang di Suriname.

"Beliau orang yang gigih dan punya keyakinan tinggi bahwa beliau kelak akan mencapai kesuksesan dengan namanya sendiri," jelas dia.

Bahkan, sebelum terkenal Didi Kempot sering manggung di banyak tempat untuk menghibur.

 

Alasan Mulia Didi Kempot Pilih Rekaman di Studio Kecil Diungkap Sahabat, sampai Rela ke Pelosok Desa

Penyanyi campursari, Didi Kempot saat cek sound sebelum acara program Rosi di Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (1/8/2019) lalu.
Penyanyi campursari, Didi Kempot saat cek sound sebelum acara program Rosi di Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (1/8/2019) lalu. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Kepergian penyanyi campursari Didi Kempot meninggalkan duka mendalam bagi penggemar, keluarga dan sahabat.

Kenang sosok Didi Kempot, teman karib istri Yan Vellia menceritakan sosok sahabatnya tersebut semasa hidup.

Termasuk alasan Didi Kempit memilih pakai studi kecil untuk rekaman.

Mendiang penyanyi campur sari Didi Kempot lebih memilih untuk menggunakan studio-studio rekaman kecil yang ada di daerah.

Alih-alih mengejar major label, pelantun 'Cidro' itu memilih mencari-cari studio rekaman di pelosok-pelosok desa.

 

Teman karib Didi Kempot, Bobby menuturkan adik Mamiek Prakoso itu memiliki alasannya sendiri.

"Mas Didi itu rela sampai ke pelosok desa, studio rekaman milik pak Kitret di Sragen, misalnya, studio itu ada di desa," tutur Bobby kepada TribunSolo.com (grup TribunJatim.com ), Jumat (8/5/2020).

Didi Kempot tidak merasa risih meski harus menggunakan studio rekaman kecil.

"Berputar-putar cari studio rekaman, pokoknya yang dari kalangan bawah, di daerah Purwosari tempatnya Bombom yang ada di perkampungan, tetap dimasuki mas Didi," kata Bobby.

Halaman
123
Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved