Berita Muratara
Mancing Ikan Malam Hari, Densa Warga Karang Dapo Muratara Tewas Dipatuk Ular
Warga meninggal dunia karena dipatuk ular kembali terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara)
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Warga meninggal dunia karena dipatuk ular kembali terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Pekan lalu warga bernama Candra tinggal di Desa Maur, Kecamatan Rupit meninggal karena dipatuk ular.
Kali ini warga bernama Densa, tinggal di Desa Karang Dapo I, Kecamatan Karang Dapo, Muratara, Sumsel, juga meninggal dipatuk ular.
Informasi yang diperoleh, Densa meninggal dunia Kamis (30/4/2020) dini hari tadi, menjelang waktu sahur.
Densa sempat dilarikan ke Puskesmas Karang Dapo, namun tiba di Puskesmas kondisinya sudah meninggal dunia.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muratara, Marlinda Sari didampingi Kepala UPT Puskesmas Karang Dapo, dr Yoza.
"Waktu dia dibawa ke Puskesmas, kondisinya sudah meninggal dunia, memang ada bekas gigitan ularnya di kaki," ujar Marlinda.
Informasi yang dia dapat kata Marlinda, Densa dipatuk ular sekitar pukul 20.00 malam saat dirinya sedang memancing ikan di Rompok Sungai Putih.
Keluarga Densa sempat menelepon pihak Puskesmas Karang Dapo untuk menanyakan obat anti bisa ular.
"Dia nelpon nanya anti bisa ular itu sekitar jam 8 lewat, dijawab oleh dokter Yoza bahwa anti bisa ular ada di Puskesmas," jelas Marlinda.
Entah apa kendalanya hingga Densa baru dibawa ke Puskesmas Karang Dapo menjelang waktu sahur.
Alhasil tiba di Puskesmas Karang Dapo, kondisi Densa sudah tidak bernyawa lagi.
"Tidak tahu kendalanya apa, dia dipatuk sekitar jam 8 malam, tapi pasien baru dibawa ke Puskesmas waktu sahur," ujarnya.
Menurut Marlinda, Dinas Kesehatan Kabupaten Muratara sudah menyediakan obat anti bisa ular di seluruh Puskesmas.
"Seluruh Puskesmas kita ada stok obat anti bisa ular. Di Puskesmas Karang Dapo masih ada stok empat," katanya.