Berita Muratara
Kesedihan Warga Muratara, Berpuasa di Tengah Banjir dan Pandemi Covid-19
Warga di dua kecamatan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjalani bulan Ramadan 1441 hijriah di tengah dua bencana sekaligus.
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Prawira Maulana
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Rahmat Aizullah
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Warga di dua kecamatan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjalani bulan Ramadan 1441 hijriah di tengah dua bencana sekaligus.
Warga kini tengah menghadapi bencana non alam yakni wabah virus corona atau Covid-19, ditambah bencana banjir yang merendam permukiman penduduk.
Banjir menggenangi permukiman warga di beberapa desa/kelurahan di Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara.
Banjir akibat luapan Sungai Rawas ini terjadi lantaran intensitas curah hujan meningkat sejak beberapa hari terakhir.
Meski ratusan rumah yang dilanda banjir, namun hanya beberapa rumah saja yang terendam banjir.
Pasalnya rumah penduduk yang berada di bantaran Sungai Rawas di dua kecamatan tersebut mayoritas jenis rumah panggung.
Warga yang memiliki rumah panggung masih bertahan di rumahnya sembari terus waspada dengan kondisi air.
Namun warga yang rumahnya sudah terendam terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya yang tidak terkena banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara masih melakukan pendataan jumlah warga yang terdampak banjir.
"Tim kami sudah turun ke lapangan untuk membantu warga dan melakukan pendataan," kata Kabid Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Zazili, Rabu (29/4/2020).
Zazili menyebutkan, ketinggian banjir cukup bervariasi, mulai dari setinggi lutut orang dewasa hingga 1,5 meter.
Pihaknya mencatat, dari dua kecamatan tersebut ada 12 desa/kelurahan yang menjadi daerah langganan banjir karena berada di bantaran sungai.
Di Kecamatan Karang Dapo terdapat empat desa dan kelurahan langganan banjir, yakni Kelurahan Karang Dapo, Desa Karang Dapo 1, Kertasari, dan Desa Rantau Kadam.
Di Kecamatan Rawas Ilir terdapat delapan desa dan kelurahan langganan banjir, yakni Kelurahan Bingin Teluk, Desa Mandi Angin, Beringin Makmur I, Tanjung Raja, Belani, Batu Kucing, Pauh, dan Desa Pauh I.
Zazili mengatakan, pihaknya terus mengimbau warga agar tetap siaga dan jangan lengah bahaya bencana banjir.
"Kalau di daerah kita ini banjirnya musiman, akibat sungai meluap, kami terus mengimbau masyarakat agar tetap siaga," katanya.
Pihaknya juga terus melakukan patroli guna memantau kondisi debit Sungai Rawas, sehingga perkembangan volume air dapat terpantau.
"Volume sungai terus kami pantau, mudah-mudahan meningkatnya perlahan, tidak sekaligus, sehingga warga ada persiapan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/muratara-banjir121212.jpg)