Klaim Profesor Temukan Antivirus Corona

Saya Pernah Sembuhkan Pasien HIV, Siapa Profesor Faisal yang Klaim Temukan Antivirus Covid-10?

Faisal yang merupakan warga Sumatera Selatan (Sumsel) ini mengklaim menemukan antivirus untuk Covid-19 dengan nama SieNERGI berupa gula tinggi energi,

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Prawira Maulana
LINDA TRISNAWATI
Profesor Faisal (kiri) dan Ari. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Nama Achmad Faisal Rizal beberapa hari ini jadi trending.

Faisal yang merupakan warga Sumatera Selatan (Sumsel) ini mengklaim menemukan antivirus untuk Covid-19 dengan nama SieNERGI berupa gula tinggi energi, nol glukosa dan pemecah protein.

Faisal disebutkan timnya sebagai profesor.

Namun ketika ditanyakan langsung tentang sapaan profesor ia mengatakan, bahwa ia penemu bukan yang diangkat oleh kampus.

"Beberapa yang diluar negeri menawarkan profesor dengan sangat terbuka seperti Jerman, Inggris, Prancis, Jepang tapi kita diakui mereka. Mau tidak kalau sampai demikian, kalau sampai demikian saya jadi warga negara sana," cetusnya, Kamis (23/4/2020).

Profesor Faisal Masih Roadshow Kenalkan Produk yang Diklaimnya Antivirus Covid-19, Apa Namanya?  

Menurutnya, yang ingin diakui oleh beberapa negara tersebut yaitu alat pemecah glukosa menjadi kalori itu atau light teknologi.

Karena alat itu baru satu-satunya di dunia dan penemu gula untuk antivirus Covid-19 ini hanya salah satu turunan produk yang dihasilkan dari light teknologi itu

"Dari tahun 1993 saya suda meneliti dan di tahun 2005 juga mulai meneliti tentang virus. Bahkan di tahun 2008 saya mengobati pasien yang HIV Aids dan sudah sembuh, anaknya juga tidak terkena HIV Aids," ungkapnya.

Menurut Faisal, ia juga lama tinggal di luar negeri seperti di Inggris selama tiga tahun. Lalu di Arab Saudi dan Mesir.

Sementara itu ia menceritakan, bahwa memang benar ia seorang lulusan S1 Teknik, lalu S2 M.Kes. Sebab menurutnya untuk membuat alat kesehatan saja juga butuh seorang teknik.

Tribun Sumsel akan meminta pendapat para ahli tentang penemuan ini. Sekaligus menguji klaim dari Faisal.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan  Covid-19 di Sumatera Selatan Prof. Dr. dr. Yuwono, M. Biomed mengatakan, suatu zat disebut obat termasuk obat antivirus bila sudah melalui beberapa uji.

Yang diuji seperti tingkat molekul, tingkat sel (in vitro), tingkat hewan coba misalnya mencit sampai monyet. Lalu uji pada manusia 2 tahap yaitu uji keamanan dan uji kemanjuran (efektivitas), terakhir uji pasar.

"Saya belum tahu tentang temuan ini tapi dari berita yang saya baca tampaknya ini suatu nutrisi atau semacam herbal yang memiliki efek terapi. Masih butuh proses sangat panjang untuk bisa dipakai di klinik atau rumah sakit," katanya.

Prof Yuwono pun menjelaskan, kalau herbal itu raw material yang terbukti secara kearifan lokal punya manfaat terapi misalnya jamu. Nah ini tak perlu uji klinik karena telah dipakai turun-temurun terbukti aman dan manjur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved