Update Corona di Sumsel

PSBB Palembang dan Sumsel: Inilah Perbedaan Antara PSBB dan Lockdown/Karantina Menurut Tito

Mendagri Tito Karnavian menjelaskan perbedaan antara Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Lockdown atau karantina wilayah.

Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM
Tito Karnavian saat memaparkan perbedaan lockdown dan PSBB. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Mendagri Tito Karnavian menjelaskan perbedaan antara Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Lockdown atau karantina wilayah.

Perbedaan ini disampaikan oleh Tito Karnavian saat mengisi acara Live Tal Sumsel Virtual Fest yang digelar Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post kemarin. Menurut Tito PSBB dan Lockdown adalah dua hal yang sangat berbeda.

Seperti yang kita ketahui, Kota Palembang dan beberapa kota dan kabupaten di SUmsel mengajukan PSBB untuk menangulangi penyebaran Covid-19.

PSBB

Menurut Tito Karnavian, dasar hukum penerapan PSBB adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 dan Peremenkes No 9 Tahun 2020

Mekanismenya, proses pengajuan diajukan oleh kepala daerah, lalu Kemenkes membentuk tim dan menerapkan PSBB dua hari setelah pengajuan dan mengeluarkan rekomendasi.

Yang dilarang saat PSBB antara lain:

Pelarangan Kegiatan Sosial Budaya
- Pekumpulan, politik, olahraga, hiburan, akademik dan budaya

Pembatasan kegiatan keagamaan
- Semua tempat ibadah ditutup
- Pemakaman yang bukan Covid-19 dibatasi maksimal 20 orang
Pembatasan Kegiatan
- Sekolah dan tempat kerja diliburkan

Pembatasa transfortasi
- Semua moda transfortasi umum dan pribadi tetap berjalan dengan pembatasan jumlah dan jarak penumpang
- Pengecualin untk transfortasi barang dan kebutuhan dasar penduduk
- Transfortasi roda dua termasuk ojek tidak boleh mengangkut penumpang, hanya barang

Yang diperbolehkan:
- Supermarket minimarket dan toko pangan dan bahan pokok
- Apoktek
- Pembangkit listrik, unit dan layanan distribusi
- Penyediaan layanan internet
- Toko bangunan danternak
- Rumah Sakit, Puskesmas dan Faskes
- Media massa
Lama perbelakuan PSBB ini adalah 14 hari dan dapat diperpanjang.

Tito mencontohkan penerapan PSBB ini yang diterapkan DKI Jakarta.

Lockdown atau Karantina Wilayah

Lockdown atau karantina wilayah adalah level pembatasan yang lebih tinggil lagi dari PSBB
Saat Lockdown menurut Tito, semua orang dalam satu wilayahnya misalnya Palembang tak boleh keluar dan orang dari luar tak boleh masuk.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved