Luhut Binsar Pandjaitan Tulis Kisah Hidup Saat jadi Prajurit hingga Sempat Tak Dikenali Anaknya Lagi

Sebagai seorang prajurit Kopassus atau yang dulu disebut RPKAD pun saya terbiasa menghadapi banyak pertempuran jarak dekat, dengan situasi yang sangat

Editor: Weni Wahyuny
KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO
Luhut Binsar Panjaitan 

Luhut menuliskan jika keluarga dan orang terdekatnya ikut mendapatkan kritikan dari masyarakat.

"Sebuah tuduhan kepada pribadi seseorang tentu juga akan mengenai sisi paling privat dari orang itu. Ini pula yang kemudian dirasakan oleh keluarga dan orang-orang terdekat saya. Mereka merasa yang hari ini terjadi sudah kelewat batas dan bukan contoh yang baik bagi pendidikan moral dan pendewasaan generasi penerus bangsa yang besar ini, terutama dalam hal berdemokrasi dan menyampaikan pendapat."

Apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 ini.

Menurutnya beberapa pihak tega menjadikan kondisi ini untuk melakukan serangan-serangan yang tidak berdasar dan mengarah ke personal.

Bukan lagi kritik yang berorientasi pada pemecahan masalah dan mencari solusi bagi keselamatan negeri.

"Namun saya sungguh menyayangkan tindakan dan ucapan beberapa pihak yang tega menjadikan situasi seperti ini untuk memperkeruh keadaan dengan melakukan serangan-serangan yang tak berdasar dan malah mengarah ke personal atau pribadi orang lain. Bukan lagi kritik yang berorientasi pada pemecahan masalah dan mencari solusi bagi keselamatan negeri tercinta kita."

Ujaran kebencian dan fitnah pun terus dipelihara di tengah-tengah situasi yang genting seperti ini.

Luhut pun menuliskan jika ia rindu dengan almarhum Gus Dur yang semangat positifnya selalu menginspirasi setiap langkah saya menjalani hidup sebagai pejabat negara.

"Dari Gus Dur pula saya belajar, bahwa perbedaan dan kritik pasti ada dan tidak bisa dihilangkan, karena perbedaan itu lahir bersama kita."

Di akhir unggahan, dia menuliskan jika semua yang diucapkan harus mampu dipertanggungjawabkan.

Unggahan ini pun mendapat banyak komentar dari netizen, banyak dari mereka yang mendukung pernyataannya.

Namun tak sedikit juga netizen yang menghujat unggahan Luhut ini.

Unggahan tersebut disampaikan ke publik via media sosial menyusul kritik yang disampaikan Said Didu, beberapa waktu lalu.

Said Didu saat itu diwawancarai Hersubeno Arief dalam video yang diunggah di Youtube.

Video berdurasi 22 menit tersebut berjudul "Luhut: Uang, Uang dan Uang".

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved