Berita Banyuasin

Lapas Banyuasin Bebaskan 117 Narapidana Melalui Program Asimilasi Cegah Penyebaran Corona

Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin membebaskan 117 narapidana dalam program asimilasi di rumah

Istimewa
Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin membebaskan 117 narapidana dalam program asimilasi di rumah. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN-Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin membebaskan 117 narapidana dalam program asimilasi di rumah.

Asimilasi di rumah tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin melalui Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Febryanto menjelaskan, pembebasan asimilasi warga binaan pemasyarakatan (WBP) tersebut dilaksanakan dalam rangka pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Mengingat, saat ini penyebaran virus tersebut sudah menyeluruh di Indonesia.

“Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menkumham (Kepmenkumham) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020."

"Pelaksanaannya sudah dua hari sejak Kamis (2/4/2020) lalu sampai dengan Selasa (7/4/2020),” jelasnya.

Lebih lanjut febri menambahkan, Kamis (2/4/2020) ada 18 Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) yang dibebaskan.

Pada hari Jumat (3/4/2020) 30 WBP, kemudian Senin (6/4/2020) 30 WBP, dan Selasa (7/4/2020) ada 39 WBP.

Jadi total 117 WBP Lapas Banyuasin yang menjalani asimilasi di rumah.

“Mereka yang bebas adalah warga binaan kasus pidana umum dan beberapa pidana khusus dengan ketentuan dan syarat berlaku. Mereka sudah menjalani minimal setengah masa pidana untuk asimilasi dan tinggal dua pertiganya jatuh sampai tanggal 31 Desember 2020, berkelakuan baik, dan bagi mereka yang tidak terkait PP 99 tahun 2012 serta tidak menjalani subsider,” jelasnya.

Dengan dibebaskannya 117 WBP ini. Dapat sedikit merampingkan isi Lapas yang saat ini telah mencapai over kapasitas.

Setelah dibebaskannya WBP tersebut, jumlah penghuni Lapas Banyuasin berkurang menjadi 962 dengan kapasitas 485.

Hal ini juga diharapkan menjadi langkah mencegah terjangkitnya WBP dari virus Covid – 19.

“Semua ini kita lakukan demi kebaikan bersama. Segala upaya telah kita lakukan, baik dari pembatasan kontak dengan orang luar hingga penyemprotan disinfektan ke seluruh sudut Lapas. WBP juga punya hak untuk dijaga kesehatan dan dilindungi dari segala macam penyakit termasuk Covid – 19 ini. Semoga tidak ada WBP yang terjangkit virus tersebut,” harapnya. (rel)

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved