Covid-19 Buat Sepakbola Terhenti, Kini Isu Suap Menerjang FIFA Karena Piala Dunia Rusia dan Qatar

Covid-19 Buat Sepakbola Terhenti, Kini Isu Suap Menerjang FIFA Karena Piala Dunia Rusia dan Qatar

Editor: Slamet Teguh
ODD ANDERSEN / AFP
Para pemain Prancis merayakan kesuksesan menjuarai Piala Dunia 2018 setelah menekuk Kroasia 4-2 pada laga final di Stadion Luzhniki, Moskow, 15 Juli 2018. 

Covid-19 Buat Sepakbola Terhenti, Kini Isu Suap Menerjang FIFA Karena Piala Dunia Rusia dan Qatar

TRIBUNSUMSEL.COM - Kasus virus corona belum berhenti menghantam sepakbola diseluruh dunia.

Hampir semua aktifitas sepakbola didunia terhenti karena semakin meluasnya virus ini.

Belum selesai, kini isu kasus siap kembali menerjang dunia sepakbola.

Dakwaan baru terkait kasus suap FIFA kembali muncul di tengah krisis penyakit virus corona. Kini melibatkan Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

Jaksa Federal Amerika Serikat mengklaim dakwaan baru kepada Rusia dan Qatar yang diduga melakukan suap untuk mengamankan tiket tuan rumah Piala Dunia.

Dakwaan ini merupakan hasil investigasi yang telah dilakukan sejak lama.

Profil Penjaga Gawang Sriwijaya FC, Rudi Nurdin Rajak yang Disebut Mirip Kiper Timnas, Kurnia Meiga

Jalani Bisnis Ganja, Petinju Legendaris, Mike Tyson Bisa Untung Hingga Rp 10 Miliar Perbulan

Jadwal Tak Berubah Justin Gaethje Resmi Gantikan Khabib Nurmagomeodov Lawan Tony Ferguson di UFC 249

Jaksa Federal Amerika Serikat menduga adanya gurita korupsi di dalam organisasi tertinggi sepak bola dunia tersebut.

Dilansir oleh BolaSport.com dari Sportskeeda, beberapa dugaan telah dilayangkan kepada sejumlah pihak.

Salah satunya adalah kepada mantan Presiden Federasi Sepak Bola Brasil (CBF), Ricardo Teixeira, dan mantan Presiden CONMEBOL yang sudah meninggal, Nicolas Leoz.

Kedua petinggi sepak bola asal Amerika Latin tersebut diduga menerima suap untuk memberikan suara mereka kepada Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Selain itu, Jack Warner, yang merupakan mantan Wakil Presiden FIFA dan mantan Presiden CONCACAF, juga diduga menerima pembayaran sejumlah 5 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan 82 miliar rupiah.

Uang tersebut merupakan hadiah untuk memilih Rusia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018.

Jaksa Federal Amerika Serikat juga menemukan bukti bahwa Rafael Salguero, selaku mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Guatemala, telah menerima suap.

Salguero mengaku menerima suap sebagai imbalan atas suaranya untuk pemilihan Rusia sebagai Piala Dunia 2018.

Jumlah uang yang Salguero terima sekitar 1 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan 16 miliar rupiah.

Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved