Antisipasi Virus Corona

Santri Ponpes Al-Ittifaqiah Indralaya Dikarantina, Orang Tanpa Urusan Penting Dilarang Masuk

Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittifaqiah Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel dikarantina

Editor: Wawan Perdana
Sripo/ Resha
Seorang santri saat disemprot dalam bilik desinfektan, ketika hendak masuk ke Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Rabu (1/4/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA-Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittifaqiah Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel dikarantina.

Sisanya yang masih duduk di TK dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) serta beberapa santri di MTs dan MA, dipulangkan ke rumah masing-masing.

Mudir Ponpes Al-Ittifaqiah, Mudrik Qori melalui Kabag Humas Feri mengatakan, bahwa pihaknya memang sengaja melakukan karantina lokal kepada santrinya yang bermukim di asrama.

Sebab, hal itu dianggap lebih terjamin dari penularan Virus Corona.

"Kami juga berperan sebagai orangtua santri kita. Dan ini adalah bentuk tanggung jawab kami," ujarnya saat diwawancarai, Rabu (1/4/2020).

Pengurus Ponpes juga memberlakukan pemeriksaan ketat kepada orang yang mau masuk.

Mereka harus melewati berbagai tahapan agar steril saat memasuki pondok.

Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, mencuci tangan hingga penyemprotan di balik desinfektan.

Tidak semua orang bisa masuk ke kompleks Ponpes.

Mereka yang tidak berkepentingan, termasuk Wali Santri tidak diperbolehkan masuk untuk hal-hal yang tak penting.

"Sering juga penjaga keamanan kami ribut dengan Wali Santri yang datang, karena mereka tidak boleh masuk. Setelah kami beri pengertian, maka mereka langsung pulang," ucapnya.

Sementara para santri tersebut tetap mengikuti pembelajaran dengan metode daring, baik yang di rumah maupun di asrama masing-masing.

Di asrama, setiap pintu masuk dan di depan ruangan disediakan tempat cuci tangan.

"Para santri tetap belajar dengan daring, waktunya dipangkas. Dan kalau di asrama, mereka berjemur setiap pukul 10.00 WIB selama 15 menit," ungkapnya.

Pihaknya lebih baik mengantisipasi dengan keamanan ketat, di tengah wabah virus tersebut. Sebab mereka tak ingin terjadi hal yang tak diinginkan terjadi pada para santrinya.

"Kalau dipulangkan, takutnya mereka malah keluyuran, dan kontak dengan orang tak dikenal. Kalau di sini kita bisa mengawasi," terangnya.

Karantina lokal di Ponpes Al-Ittifaqiah Indralaya tersebut akan diterapkan hingga 23 April, sesuai kebijakan pemerintah.

Namun jika ada edaran lagi dari pemerintah, maka mereka akan menuruti edaran tersebut.

"Intinya kita akan menaati segala keputusan pemerintah. Jika memang diperpanjang, tentu kita ikut," jelasnya. (SP/ Resha)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved