Berita Kriminal

Ikut Campur Masalah Rumah Tangga Orang, Pria di OKU Selatan Tewas Mengenaskan

Sardin warga Desa Rantau Panjang Kecamatan Buay Rawan, Muaradua Kabupaten OKU Selatan tewas di tangan tetangganya sendiri

Tribunsumsel
Korban yang tewas di TKP yang bersimbah darah, Senin (30/3/2020) 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA - Sardin warga Desa Rantau Panjang Kecamatan Buay Rawan, Muaradua Kabupaten OKU Selatan tewas di tangan tetangganya sendiri

Korban tewas lantaran ikut campur masalah keluarga orang lain dan sempat melontarkan kata tak pantas.

Sardin tewas mengenaskan ditangan Riswandi (33)

Di tubuh korban terdapat 10 luka tusuk, diantaranya luka tusuk dibagian perut, dada dan tangannya hingga tewas.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi di sebuah pondok sekitaran Kecipung Kelurahan Batu Belang Jaya Kecamatan Muaradua OKU Selatan.

BREAKING NEWS, Seorang Mantan Pejabat di OKU Positif Covid-19, Segera Melacak Kontak

Kasatreskrim AKP Kurniawi HB menjelaskan sebelum kejadian, korban sedang berkunjung kepondok kebun pisang untuk meminta bibit pisang milik pasangan suami istri Sulaiman (53) dan Herawati (52) mertua dari Desy (30) adik kandung perempuan dari pelaku. 

Tak lama kemudian pelaku datang dan langsung menanyakan perihal adiknya menangis setelah ribut dengan sang mertua

Namun, korban yang kebetulan berada di lokasi ikut campur dan membela Herawati

Bahkan sebelum tewas mengenaskan, antara pelaku dan korban sempat terjadi cekcok mulut.

"Pelaku emosi karena korban yang tak memiliki hubungan keluarga ikut campur dan mengucapkan kata kasar terhadap pelaku," katanya.

Ia menambahkan, setelah cekcok mulut pelaku sempat mengambil sebuah cangkul yang berada di sekitar pondok dan korban masuk ke dalam rumah untuk mencari senjata.

"Korban yang mendapatkanbalok kayu langsung memukul pelaku yang kemudian dibalas dengan tusukan pisau," kata Kasat

Seusai membunuh, pelaku sempat pulang ke rumah dan mendatangi rumah Kades Pelangki untuk menyerahkan diri ke Mapolres OKU Selatan

"Pelaku sudah diamankan di Mapolres, sementara ini motifnya karena ketersinggungan dari ucapan korban," pungkasnya

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved