Bisa Ditiru Indonesia, Begini Cara Jerman Tekan Kematian Warga Akibat Virus Corona Ada 42 Ribu Kasus

Jumlah kasus positif virus corona di Italia dan Spanyol mencapai 80.000 kasus dan 60.000 kasus.Angka kematian di Italia bahkan tembus 10.000 kasus.

Editor: Moch Krisna
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
EKSTRAK LIDAH BUAYA - Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya) yang tergabung dalam Kelompok Studi Mahasiswa Cosmetology Study Group (KSM CSG) membuat hand sanitizer dari bahan ekstrak lidah buaya (Aloe Vera) di laboratorium Semi Solid Likuid, Kampus Tenggilis, Jumat (6/3). Kegiatan itu sebagai upaya preventiv pencegahan penyebaran virus Corona (Covid 19) di sekitar kampus. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Jumlah kasus positif virus corona di Italia dan Spanyol mencapai 80.000 kasus dan 60.000 kasus.

Angka kematian di Italia bahkan tembus 10.000 kasus. Sementara di China hanya 3.000 lebih.

Di tengah itu, ternyata ada negara di Eropa yang walau jumlah kasus virus corona cukup tinggi, namun angka kematiannya tidak setinggi negara lain.

Mereka adalah negara Jerman.

Dilansir dari kompas.com pada Minggu (29/3/2020), menurut data Robert Koch Institute (RKI), lembaga resmi di Jerman yang mengeluarkan statistik Covid-19, tingkat kematian di Jerman berada di bawah 0,5 persen.

Hal itu berbanding terbalik dengan tingkat kematian di Italia (10 persen), Spanyol (7 persen), atau Indonesia (8 persen).

Data tersebut merujuk angka infeksi aktual berdasarkan data RKI 27 Maret 2020, ada 42.288 kasus, dengan angka kematian 253 kasus.

Lebih dari 6.000 orang sudah dinyatakan sembuh.

Lantas, apa kuncinya?

Tes cepat dan luas

Dilansir dari dw.com, angka kematian relatif kecil tersebut dikarenakan Jerman melakukan tes virus corona secara cepat dan luas.

Ungkapan tersebut dilontarkan oleh pakar virus dan epidemi dari rumah sakit Charite di Berlin, yang juga menjadi penasihat Pemerintah Jerman.

Selain itu, Jerman juga telah melakukan sangat banyak diagnosis laboratorium Covid-19 dibandingkan negara-negara Eropa lain.

Jerman mempunyai lebih banyak waktu mempersiapkan kapasitas laboratorium dan perawatan intensif pasien corona.

Untuk diketahui, kasus virus corona pertama di Jerman sudah terdeteksi pada 28 Januari 2020.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved