Pasien di Wuhan Kembali Terjangkit Corona dalam Waktu Singkat, Sempat Dinyatakan Negatif

Namun ternyata ada beberapa warga Wuhan yang awalnya positif corona, lalu menjalani perawatan hingga dinyatakan sembuh, dan kembali terjangkit corona.

scmp.com/Xinhua
Acungan jempol dari petugas kesehatan di Wuhan, China. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Dikabarkan sudah mulai bangkit dari keterpurukan akibat virus corona, kota Wuhan, China.

Ternyata menyisakan misteri, virus corona yang dianggap perlahan-lahan mulai pergi meninggalkan China.

Ternyata keakuratan alat diagnosis Covid-19 di China dipertanyakan, dikutip Tribunnews.com dari npr.org.

Diketahui, dari 18-22 Maret 2020, Wuhan melaporkan tak ada kasus corona baru.

Kabar gembira ini dianggap sebagai titik balik China untuk bisa kuat melawan virus yang menjangkit lebih dari 80.000 orang di negara ini.

 

Foto yang diambil pada 18 Maret 2020 menunjukkan warga berbaris untuk mengambil daging babi yang dikirim ke kompleks karantina mereka di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Pada Kamis (19/3/2020), China melaporkan tidak ada kasus baru dalam virus corona untuk pertama kalinya sejak wabah ini muncul.
Foto yang diambil pada 18 Maret 2020 menunjukkan warga berbaris untuk mengambil daging babi yang dikirim ke kompleks karantina mereka di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Pada Kamis (19/3/2020), China melaporkan tidak ada kasus baru dalam virus corona untuk pertama kalinya sejak wabah ini muncul. (STR / AFP)

Namun ternyata ada beberapa warga Wuhan yang awalnya positif corona, lalu menjalani perawatan hingga dinyatakan sembuh, dan kembali terjangkit corona.

Sekitar 5-10 persen pasien yang sudah dinyatakan sembuh kembali terinfeksi virus mematikan ini.

Kebanyakan dari mereka tidak menunjukkan gejala, mereka kembali terjangkit.

Hal ini seolah menandakan, teror corona di China belum akan berakhir dalam waktu dekat.

NPR mencoba menghubungi empat orang di Wuhan yang dinyatakan positif corona untuk kedua kalinya.

Mereka mengaku sangat muak dengan virus ini, tapi tetap menjalani perawatan medis hingga akhirnya bisa negatif.

 

Dua dari mereka adalah dokter yang berada di garda depan menangani pasien corona di Wuhan, sisanya adalah warga Wuhan.

Dalam wawancara itu, mereka meminta untuk disembunyikan identitasnya.

Menurut mereka, pemerintah China akan menghukum warga yang seolah-olah meragukan kemampuan pemerintah untuk menangani corona.

Seorang dari yang diwawancara NPR mengaku menunjukkan gejala parah ketika pertama didiagnosis corona hingga dirawat di rumah sakit.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved