Cerita Agi Pratama, Alami Cedera Hamstring Kala Sriwijaya FC Menang Dari PSIM 'Saya Mau Main Terus'

Cerita Agi Pratama, Alami Cedera Hamstring Kala Sriwijaya FC Menang Dari PSIM 'Saya Mau Main Terus'

Cerita Agi Pratama, Alami Cedera Hamstring Kala Sriwijaya FC Menang Dari PSIM 'Saya Mau Main Terus'
Instagram @erwin05gutawa
Erwin Gutawa saat bertanding bersama Sriwijaya FC di Liga 2 Indonesia 

Cerita Agi Pratama, Alami Cedera Hamstring Kala Sriwijaya FC Menang Dari PSIM 'Saya Mau Main Terus'

TRIBUNSUMSEL.COM - Sriwijaya FC mampu meraig kemenangan di laga perdana Liga 2 Indonesia.

Sriwijaya FC mampu menang dengan skor tipis 2-1 dipertandingan yang digelar di Stadion Gelora Sriiwjaya.

Gelandang serang Sriwijaya FC Agi Pratama mengaku sempat posisinya tak mau digantikan meski cedera hamstring di babak kedua saat menundukkan PSIM Yogyakarta di laga perdana kompetisi Liga 2 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (15/3/2020) lalu.

"Starter secara tim Alhamdulillah hasilnya bagus. Walaupun dramatis menit terakhir. Belum bisa puaslah.
Tim pelatih lihat kurang dimana. Laga awal agak canggung. Untuk pribadi belum puas," ungkap Agi Pratama yang tengah mengisi liburnya bersama keluarga di Rawasari, Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Kamis (26/3/2020).

"Pas tanding PSIM babak kedua hamstring. Lama-lama mulai ketarik. Fisio sudah bilang ganti ya? Tapi saya mau terus main.
Minta kalau bisa kasih counterpain untuk panas-panasi. Tapi pas mau berdiri udah gak bisa bangun. Kasihan juga kita maksimalkan dengan anak-anak yang lain. Intinya saya gak mau diganti keluar. Saking semangat untuk berkontribusi yang besar untuk tim," ujar Agi Pratama.

Pemilik nomor punggung 99 ini mengatakan, memang pelatih memintanya mengisi posisi gelandang untuk membantu di belakang penyerang.

"Kalau kita misal bertahan, saya sudah di depan kasih ruang buat Rudiyana umpan. Cuma belum menemukan momennya yang pas," ujar anak kedua dari 3 bersaudara buah pernikahan Yadi Rifani dan Isnani. 

Agi Pratama yang mengidolakan Lionel Messi terkadang masih belum memahami tipe-tipe pemain sehingga ada terjadi miskomunikasi.

"Saya harus tahu Rudiyana pasti ke sana. Untuk ambil keputusan masih miskomunikasi biar gak terlalu lama mikir.
Harus tahu kebiasaan tim. Kayak Rahel, suka biasa dribling. Harus tahu karakter teman. Tinggal memahami tipe-tipe pemain," kata pesepakbola yang doyan makan capcay dan oper ayam.

Halaman
123
Editor: Slamet Teguh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved