Rupiah Tembus Rp 16 Ribu Per Dolar, Pengamat Sumsel: Bisa Tembus Rp 20 Ribu

Nilai rupiah terhadap dollar di pasar spot hari ini melemah hingga menyentuh angka Rp 16 ribu per dollar Amerika Serikat.

Kolase Twitter febrofirdaus
Wabah virus corona atau COVID-19 di Indonesia membuat mata uang Rupiah kian melemah. Artikel ini telah tayang di Tribunambon.com dengan judul Rupiah Anjlok, Nilai Tukar Dolar AS Hari Ini Capai Rp 16 Ribu, https://ambon.tribunnews.com/2020/03/19/rupiah-anjlok-nilai-tukar-terhadap-dolar-as-hari-ini-capai-rp-16-ribu?page=all. Editor: Fitriana Andriyani 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Nilai rupiah terhadap dollar di pasar spot hari ini melemah hingga menyentuh angka Rp 16 ribu per dollar Amerika Serikat.

Berdasarkan data Bloomberg Kamis (19/03/2020) pukul 08.04 WIB, di pasar spot rupiah berada pada posisi Rp 15.315 per dollar AS, namun rupiah terus terpantau melemah.

Posisi ini melemah 0,61 persen dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 15.223.

Sejumlah bank di tanah air mematok nilai jual kurs Amerika hingga Rp 16 ribu per dollarnya.
Seperti di Bank Central Asia ( BCA), kurs jual dipatok pada Rp 15.965 per dollar AS. Sementara untuk kurs beli BCA adalah Rp 15.765 per dollar AS.

Mandiri kurs jual dipatok pada Rp 16.150 per dollar AS. Sementara untuk kurs beli BCA adalah Rp 15.850 per dollar AS. BRI kurs jual dipatok pada Rp 16.245 per dollar AS. Sementara untuk kurs beli BCA adalah Rp 15.805 per dollar AS.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumater Selatan (Sumsel) Hari Widodo mengatakan rupiah yang kian anjlok dipengaruhi banyak faktor salah satunya sentimen global. Hari mengatakan kebijakan Rupaih bukan oleh daerah dari kebijakan BI pusat.

Efek virus Corona hanya salah satu dari turunan senyuman pasar itulah, bukan dampak langsungnya.

"Nilai tukar Rupiah terkerek karena suplai dan demand tidak seimbang sehingga memaksa Rupiah melemah," jahe Hari Widodo, Kamis (19/3/2020).

Sementara itu, melansir Kontan.co.id, pelemahan rupiah terjadi karena tingkat kematian akibat virus corona di Indonesia menjadi yang tertinggi di antara negara Asia Tenggara.

"Pergerakan mata uang di negara yang memiliki risiko penularan virus corona meningkat seperti Indonesia, mungkin masih melihat pergerakan mata uang volatil untuk sementara," kara Yanxi Tan, ahli strategi Valasi di Malayan Banking Bhd.

Halaman
12
Penulis: Hartati
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved