Breaking News:

Berita Pendidikan

Mulai Hari Ini Universitas PGRI Palembang Berlakukan Kuliah Daring, Pegawai Tetap Kerja

Universitas PGRI Palembang memberlakukan "blended leraning" atau pendidikan menggunakan IT, E-learning atau Daring (dalam jaringan)

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Wawan Perdana
tribunsumsel.com/Sri Hidayatun
Universitas PGRI Palembang memberlakukan "blended leraning" atau pendidikan menggunakan IT, E-learning atau Daring (dalam jaringan) 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG-Menindaklanjuti surat edaran Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 16 Maret 2020 nomor 614/LI.2/KP/2020 perihal edaran pencegahan penyebaran Covid-19.

Universitas PGRI Palembang memberlakukan "blended leraning" atau pendidikan menggunakan IT, E-learning atau Daring (dalam jaringan).

Pemberlakukan ini dimulai hari ini 18 Maret 2020 hingga 3 April 2020 mendatang.

Ketika dikonfirmasi Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, melalui Kabag Humas, Protokol, Promosi, dan Kerja Sama, Dr Mulyadi, MA membenarkan hal tersebut.

"Ya, kebijakan ini sudah tertuang dalam surat edaran yang ditandatangani rektor dan sudah kita sebar," jelasnya, Rabu (18/3/2020).

Dalam surat edaran tersebut, kuliah menggunakan IT ini mulai berlaku tanggal 18 Maret sampai dengan 3 April 2020.

Tak hanya itu, juga meniadakan pembelajaran tatap muka di kelas dan pembimbingan skripsi dengan menggantikannya melalui penggunaan teknologi informasi atau penugasan via email/wa program e-learning, google classroom, dan program sejenisnya atau memberikan pembelajaran berbasis projek, kegiatan pelaksanaan belajar mengajar melalui IT tersebut tetap dihitung sebagai kehadiran.

"Kita juga menunda pelaksanaan perkuliahan, praktikum, lapangan dan evaluasi pembelajaran atau dilaksanakan dengan penugasan yang hasilnya dapat dikirimkan melalui email para dosen atau media sejenisnya," tegas dia.

Jika sampai tanggal 3 April 2020, Covid -19 madih berdampak pandemik maka akan diatur kembali melalui surat edaran selanjutnya.

"Khusus kelas micro teaching dan seminar proposal dipersilakan diatur dengan jumlah peserta yang dibatasi atau tidak terlalu banyak," ungkap dia.

Begitu juga dengan kegiatan non akademik untuk ditunda seperti apel dan olahraga bersama serta kegiatan kemahasiswaan yang melibatkan banyak orang di kampus maupun luar kampus.

"Mahasiswa juga mengurangi mobilitas dan melakukan social distancing, self defection, dan self quarantine," jelasnya.

Tak hanya itu, juga menunda pengiriman dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan ke negara-negara yang terjangkit covid-19 dan menunda penerimaan kunjungan dosen, mahasiswa dan tamu baik dari dalam maupun luar negeri.

"Untuk pegawai juga tetap kerja dan memberikan pelayanan secara bergantian sebagaimana biasa dengan jam kerja 08.00 sampai jam 12.00 wib," ungkap dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved