Menghilang Selama 9 Tahun Tak Membuat Buron Ini Lepas dari Kejaran Polisi Palembang

Berakhir sudah pelarian Robbi setelah 9 tahun lalu, ia bersama saudara laki-lakinya mengeroyok seseorang hingga luka di sekujur tubuh.

Penulis: Agung Dwi Ertarto | Editor: Prawira Maulana
AGUNG DWIPAYANA/TRIBUNSUMSEL.COM
Tersangka. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Berakhir sudah pelarian Robbi setelah 9 tahun lalu, ia bersama saudara laki-lakinya mengeroyok seseorang hingga luka di sekujur tubuh.

Kini Robbi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah diringkus Unit Reskrim Polsek Plaju.

Kapolsek Plaju, AKP Tamimi menerangkan, tersangka menganiaya seseorang pria di Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju pada 18 Agustus 2011 silam.

"Saat itu, pelaku bersama saudara laki-lakinya mengeroyok seorang pria menggunakan senjata tajam. Akibatnya, korban mengalami luka hampir di sekujur tubuh," kata Tamimi kepada awak media, Kamis (12/3/2020).

Setelah penusukan tersebut, kedua pelaku kabur, sementara korban langsung dilarikan ke rumah sakit.

Beruntung nyawa korban dapat diselamatkan hingga ia membuat laporan ke polisi.

Mendapat informasi keberadaan pelaku di Lahat, anggota Unit Reskrim Plaju bertolak ke Lahat pada 9 Maret lalu.

"Informasi keberadaan pelaku tidak lepas berkat kerjasama dengan Polres Lahat. Sehingga begitu mendapat informasi, kami langsung menciduk tersangka tanpa perlawanan," jelas Tamimi.

Saat ditangkap, tersangka Robbi ternyata masih menyimpan parang yang digunakannya untuk membacok korban.

Sehingga tersangka beserta barang bukti sebilah parang turut dibawa ke Mapolsek Plaju.

"Atas perbuatannya, tersangka diancam Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama atau pengeroyokan. Ancaman hukumannya bisa di atas 5 tahun penjara," jelas Tamimi.

Polisi kini sedang memburu satu pelaku pengeroyokan lainnya yang sudah diketahui identitasnya.

Sementara tersangka Robbi mengakui perbuatannya menganiaya korban karena tak terima ibunya dianiaya korban

"Sebenarnya waktu itu persoalan sepele. Keponakan saya (anak pelaku penusukan yang buron) bertengkar dengan anak korban. Tiba-tiba dia (korban) mencekik ibu saya. Saya dan adik saya lalu menghajar korban ini," ungkap Robbi.

Selama 9 tahun pelariannya di Lahat, Robbi mengaku bekerja menawarkan jasa servis handphone.

"Saya di Lahat cari uang jadi tukang servis handphone," kata dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved