Berita Viral
VIRAL Video Camat Pidato di Sekolah Buat Siswa dan Guru Terhanyut dan Menangis
Entah ada acara apa, hari itu Camat Tanjung Mutiara Kab Agam datang ke sekolah dan memberikan pidato singkat.
TRIBUNSUMSEL.COM - Viral video upacara bendera di sebuah sekolah yang berubah menjadi banjir air mata.
Video tersebut diunggah di Facebook bernama akun Kak Suhe pada Kamis 5 Maret 2020.
Video berdurasi enam setengah menit itu viral hingga dibagikan sebanyak 74 ribu kali, mendapat like 32 ribu, dan dikomentari lebih dari 5 ribu netizen.
Apa yang spesial hingga mencuri perhatian puluhan ribu orang?
Rupanya pidato dari seorang camat di video itulah yang membuat unggahan tersebut istimewa.
Dari keterangan sang pengunggah, video direkam di MTSN Agama Sumatera Barat.
Entah ada acara apa, hari itu Camat Tanjung Mutiara Kab Agam datang ke sekolah dan memberikan pidato singkat.
Pidato camat buat murid MTS menangis (Facebook Kak Suhe)
Meski singkat, pidato itu rupanya begitu mengena di hati para siswa hingga membuat tangis mereka pecah.
"Y A N G B E G I N I H A R U S K I T A V I R A L K A N!!!
Bismillah...
Siapin tissue
Pidato menyentuh dari seorang Pak Camat kepada siswa-siswi dan guru MTSN 5 Agam Sumatera Barat.
Sumber: youTube (Da Malin)
https://youtu.be/LZrtmroxk90," tulis Kak Suhe.
Awalnya, Bapak Camat meminta para murid menundukkan kepalanya.
"Dalam hitungan ketiga tundukkan kepala Anda dan saya minta jangan ada yang berbicara lagi," ucapnya.
Para siswa menuruti permintaan itu lalu menundukkan kepala mereka.
Suasana halaman sekolah segera hening, hanya terdengar suara sang camat yang melanjutkan pidatonya.
"Hari ini saya ingin Anda menghadirkan sosok perempuan mulia bernama bunda, bernama ibu atau mama ke tempat ini sekarang.
Wajah yang tadi pagi Anda tidak sempat mencium tangannya, wajah yang tadi pagi mungkin Anda membentaknya.
Ibu yang malam tadi tanpa Anda sadari mengambil selimut lalu menyelimutkan ke Anda kembali dan membelai kepala Anda sembari berdoa.
"Ya Allah tolong jaga anak saya."
Hadirkan wanita mulia ini yang 9 bulan Anda dalam kandungannya, yang 9 bulan Anda menghisap darahnya, 9 bulan Anda buat dia sakit, berjalan sakit, duduk tidak enak, bahkan tidur pun tidak nyenyak.
Ketika harus melahirkan Anda beliau bertaruh nyawa antara hidup dan mati," ucapnya.
Saat itulah para murid sudah mulai menangis mendengar pidato tersebut.
Beberapa di antaranya terlihat mengusap mata dan menghapus tangisannya.
Namun pidato menyentuh itu ternyata belum selesai.
Sang camat lantas melanjutkan berbicara tentang sosok ayah.
"Ketika dulu mau masuk SD, seorang pria bernama ayah, bernama papa, bernama bapak, harus banting tulang siang dan malam.
Terkadang pergi pagi pulang malam demi mencari nafkah buat Anda di rela dihardik orang, dibentak orang.
Terkadang demi Anda punya sepatu yang bagus seperti orang lain, punya seragam seperti orang lain, dia rela berhutang pada orang lain.
Dia rela malu dengan orang lain agar apa? Agar anaknya yang didoakan siang dan malam bisa menjadi orang dalam hidupnya bisa menjadi sukses dalam hidupnya.
Dan hari ini sudah berapa kali Anda melawan pada pria hebat itu?
Sudah berapa kali Anda tidak melaksanakan perintahnya?
Sudah berapa kali?" lanjut sang camat.
Sontak kalimat-kalimat itu membuat para murid makin terhanyut dan menangis.
Bahkan tak hanya para murid, guru-guru yang juga ikut di upacara itu ikut meneteskan air mata.
Pidato menyentuh tersebut lalu diakhiri dengan pesan agar para murid selalu ingat untuk memuliakan orangtua.
Berikut tonton videonya:
Ribuan orang ikut terharu dan menulis tanggapan mereka di kolom komentar.
"Masha Allah pak camatnya pinter, cerdas, luar biasa."
"Mantab sekali pidato bapak ini, melebihi kaum berjenggot yang selalu mengkafirkan sesama umat ini.
Sampai aku menitik kan air mata."
"Pak camat ..semoga allah menjaga anda dan Istiqomah dalam mejalan kan tugas dan kewajiban anda...Amiinn ya rabbal alamin."
"Al fatihah buat emaku/ ibuku yg sejak kecil sdh meninggalkan aq selamanya, dan buat bapakku semoga selalu diberi kesehatan."
"Subhanallah, ini benar adanya, kita semua memang harus merenungkan isi ceramah pak camat ini." (TribunStyle.com/Galuh Palupi)