Berita Palembang
Menkeu Sri Mulyani ke Palembang Bicarakan Dana Desa, Ini Syarat Desa Terima Transfer Lebih Cepat
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, desa berprestasi bakal mendapat transfer dana desa tahap pertama lebih besar
Penulis: Hartati | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, desa berprestasi bakal mendapat transfer dana desa tahap pertama lebih besar dibanding desa lainnya.
Desa berprestasi akan ditransfer dana desa 60 persen di awal atau lebih besar dari desa yang tidak berprestasi yang hanya ditransfer 40 persen di awal.
Desa berprestasi juga transfernya lebih cepat tidak harus menunggu desa yang belum selesai APBDesnya.
Selama pencairan dana desa saat ini lebih mudah tidak lagi ditranfer ke pemerintah daerah tapi langsung ke rekening desa sehingga bisa lebih cepat digunakan untuk program percepatan pembangunan desa.
• Mengenal Relawan Hero Cat Palembang Ade Putri, Pernah Tinggal dengan 40 Kucing Liar di Penampungan
"Jadi ayo desa berlomba-lomba berprestasi agar dana desanya cepat cair dan kalau sudah cair langsung dibelanjakan untuk pembangunan desa bukan untuk keperluan kepala desa," ujar Sri Mulyani disela Rapat kerja percepatan penyaluran dan penggelolaan dana desa tahun 2020 di Jakabaring Palembang, Jumat (28/2/2020).
Sri mengatakan hingga kini penyaluran dana desa hingga 27 Februari telah tersalur Rp 1,9 triliun atau lebih besar dibanding tahun lalu yang hanya Rp 580 miliar atau naik empat kali lipat.
Khusus di Sumsel penyaluran dana desa baru 25 desa di Musi Rawas saja yang baru mendapat penyaluran dana desa Rp 10,5 miliar.
Sri meminta agar semua desa lainnya segera mengurus APBDes sehingga dana desanya bisa segera dicairkan.
Sementara itu Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar menambahkan agar kepala desa menerapkan dua prinsip dalam pengolahan dan desa yakni digunakan untuk kegiatan padat karya dan penggunanya dilakukan secara non tunai.
• Lion Air Siapkan Pesawat Berbadan Lebar Jemput 13.000 Jemaah Umrah di Arab Saudi
Penggunaan padat karya yakni dana desa yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan, pembanguan posyandu, bangun jembatan dan irigasi sehingga bisa menggerakkan perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan dan semua warga desa bisa mendapat penghasilan dan produktif.
Penggunaan dana desa diarahkan untuk digunakan secara non tunai agar memudahkan kepala desa mempertanggungjawabkan pekerjaannya.
Sebab transaksi non tunai memiliki rekam jejak digital sehingga jelas kapan transaksi dilakukan dan berapa jumlahnya.
"Semoga Sumsel menjadi contoh provinsi yang pertama menerapkan penggunaan dana desa non tunai," harapnya.
• Honor Nyanyi Ratusan Juta, Terkuak Alasan Lesty Kejora Tetap Betah Tinggal di Rumah Sederhana
Sementara itu Direktur Utama Bank Sumsel Babel (BSB) Achmad Syamsudin mengatakan BSB sudah menjadi bank penyalur dana desa sejak 2015 lalu dan hingga kini penyalurannya lancar tidak ada kendala.
Syamsudin mengatakan siap mendukung upaya pemerintah membantu kepala desa menggggunakan dana desa non tunai agar memudahkan pertanggungjawabannya.
"Dana desa di Sumsel awal tahun ini sudah kita salurkan langsung ke rekening masing-masing desa sesuai alokaisnya," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/menkeu-sri-mulyani-di-palembang-jumat.jpg)