Pilkada Serentak Sumsel

Hanya Dua Calon Maju Jalur Independen, Satu Masih Dihitung

Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Sumsel memastikan, dari 7 Kabupaten se-Sumsel yang melaksanakan Pilkada serentak 2020

Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Sumsel memastikan, dari 7 Kabupaten se-Sumsel yang melaksanakan Pilkada serentak 2020, hanya ada 2 bakal pasangan calon (Bapaslon) kepala daerah yang maju dari jalur perseorangan atau independen.

Hal ini setelah KPU Kabupaten melakukan proses penyerahan dukungan masyarakat bagi Bapaslon, pada 19 hingga 23 Februari lalu.

Menurut ketua KPU Sumsel Kelly Mariana, berdasarkan update laporan Bapaslon perseorangan per tanggal 23 Februari 2020 hingga pukul 24.00 WIB di provinsi Sumsel, yaitu Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) atas nama Akisropi Ayub- Baikuni Anwar, dengan status berkas dukungan diterima KPU Kabupaten setempat.

Kemudian Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Bapaslon Kol Inf Ruslan- dr Herly Sunawan, dengan status dokumen dukungan diterima.

Sementara untuk Bapaslon perseorangan di OKU semua dipastikan tidak memenuhi syarat, atas nama Mailan Tomu- Marzuli status ditolak, dan Yusman Gunsul- Radius Susanto tidak menyampaikan, serta Agustian Ambari-Dodi Cahyadi status berkas dikembalikan dikembalikan pada pukul 21.30 tanggal 23 Februari dan sampai dengan pukul 24.00 tidak datang lagi, sehingga dianggap tidak memenuhi syarat.

Sedangkan di Kabupaten Musirawas, Bapaslon Wazanazi Wahid-Hairul, tidak menyampaikan berkas dukungan.

Terakhir Bapaslon Akmaludin- Triono, berkas dukungan saat ini sedang proses penghitungan dan pengecekan oleh KPU Muratara.

"Memang ada yang diterima, atau tidak diterima mungkin tidak mencukupi atau tidak memenuhi syarat. Kan sudah diberi kesempatan dari tanggal 19-23 Februari," kata Kelly Mariana, Senin (24/2/2020).

Diungkapkan Kelly, dengan waktu cukup panjang dari mulai sosialisasi untuk penyerahan dukungan tersebut, namun nyatanya bapaslon yang ada tidak memanfaatkannya, dan ternyata banyak dilakukan pada akhir waktu saat menyerahkannya itu.

"Padahal, kalau diawal kalau tidak cukup bisa ditambah, pada waktu tersebut (19-23 Februari). Jadi bagaimana lagi menambahnya, kecuali dari awal cukup atau lebih," tuturnya.

Kelly menambahkan untuk Bapaslon Akmaludin-Triono di Muratara, berkas dukungan saat ini sedang dalam proses penghitungan dan pengecekan oleh KPU Muratara, tetap masih memiliki peluang memenuhi syarat dukungan.

"Ada kemungkinan diterima, karena sedang proses hitung," tandasnya.

Dilanjutkan Kelly, proses selanjutnya akan dilakukan verifikasi administrasi akan dukingan tersebut, hingga 26 Februari mendatang.

"Tahapan selanjutnya, nanti dilanjutkan verifikasi faktual yang akan dilakukan kawan- kawan di lapangan," tukasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved