Tukang Jahit Jadi Penantang Serius Gibran Anak Jokowi di Pilkada Solo
Pasangan tukang jahit dan ketua RW ini menjadi penantang serius Gibran Rakabuming di Pilkada Solo mendatang.
TRIBUNSUMSEL.COM - Penjahit asal Solo siap menjadi bakal calon walikota Solo.
Pasangan tukang jahit dan ketua RW ini menjadi penantang serius Gibran Rakabuming di Pilkada Solo mendatang.
Bakal pasangan calon (paslon) Wali Kota Surakarta jalur independen, Bagyo Wahyono mengaku butuh waktu berbulan-bulan untuk mengumpulkan fotokopi KTP yang jadi syarat dukungan maju independen di Pilkada Solo 2020.
• Tak Ada yang Peduli Dengan Kabel Menjuntai, Pengendara Motor Tewas Tersengat Hingga Motornya Meledak
• Adegan Sering Dilakoni di Film Jadi Kenyataan, Kenang Bunga Citra Lestari Tahu Ashraf Sudah Tiada
Pengumpulan syarat dukungan ini dilakukan bersama wakilnya FX Supardjo dan relawannya dengan cara menemui satu demi warga maupun saat acara pertemuan dengan masyarakat.
"Pengumpulan syarat dukungan independen telah saya lakukan sejak sembilan bulan lalu. Saya datangi acara di masyarakat dan door to door," kata Bagyo di Kantor KPU Solo, Jawa Tengah, Jumat (21/2/2020).
Saat mendatangi Kantor KPU, paslon independen ini membawa 41.425 fotokopi KTP pendukungnya.
Sebagai informasi, untuk maju lewat jalur independen dalam Pilkada Solo, pasangan calon harus mengumpulkan minimal 35.870 fotokopi KTP pendukung.
Diketahui, Bagyo adalah warga RT 001, RW 006, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan.
Dia berprofesi sebagai penjahit.
Sedangkan FX Supardjo adalah warga RT 001, RW 007, Karangturi, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan.
Supardjo merupakan Ketua RW 007 di Kelurahan Pajang.
Seandainya lolos verifikasi KPU, Bagyo mengaku akan mensosialisasikan programnya kepada masyarakat.
Sebagai calon kepala daerah dari rakyat kecil dirinya akan memaksimalkan kegiatan keliling kampung atau blusukan menemui masyarakat.
Dia akan memperjuangkan aspirasi masyarakat Solo dalam upaya meraih kemenangan pada pesta demokrasi lima tahunan September 2020 mendatang.
"Saya akan maju terus memperjuangkan nasib wong cilik sesuai visi misi kami papan, sandang dan pangan," kata dia.
Dalam menyerahkan syarat dukungan Bagyo dan Supardjo kompak memakai lurik.
Pakaian itu sengaja mereka pakai sebagai simbol kesederhanaan.
"Lurik ini adalah simbol masyarakat yang paling bawah," ungkap Bagyo.
Pasangan Bajo diberikan mandat maju sebagai jalur independen di Pilkada Solo 2020 oleh Tikus Pithi Hanata Baris pada 14 Mei 2019.
Sehingga pencalonannya tersebut tidak dilakukan secara tiba-tiba.
"Tanggal 14 Mei 2019 kita sudah deklarasi kecil-kecilan untuk memantapkan maju atau tidak sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Surakarta," tambah Supardjo.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/gibran-bersihkan-kali123.jpg)