Respon Emil Salim dan Lihat Ekspresi Erick Thohir Saat Rizal Ramli Sebut Kerja Pemerintah Pas-pasan

Respon Emil Salim dan Lihat Ekspresi Erick Thohir Saat Rizal Ramli Sebut Kerja Pemerintah Pas-pasan

ILC tvOne
Prof Emil Salim, Erick Thohir dan Rizal Ramli di Indonesia Lawyers Club di tvOne. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Respon Emil Salim dan Lihat Ekspresi Erick Thohir Saat Rizal Ramli Sebut Kerja Pemerintah Pas-pasan

Termasuk saat berbicara di acara Indonesia Lawyers Club / ILC di tvOne pada edisi 'Menatap Indonesia', seperti biasa, mantan menteri keuangan Rizal Ramli rajin melontarkan kritik terhadap kinerja pemerintah. 

Mantan menteri yang juga dikenal sebagai pengamat ekonomi ini menyinggung soal kualitas kepemimpinan nasional, saat Rizal Ramli menyinggung ketertinggalan Indonesia dibanding negara-negara lain, kalah cepat berpacu.

Kritik terkait ketertinggalan Indonesia itu dalam berpacu adu cepat bangkit dibanding negara lain.

Yang menarik, reaksi dan tanggapan Prof Emil Salim atas kritik Rizal Ramli mendapat respon macam-macam.

Ada yang bertepuk tangan, senyum, ada juga yang nyengir.  

Lihat saja reaksi 'nyengir' Menteri BUMN Erick Thohir atas jawaban Emil Salim terhadap kritik disampaikan Rizal Ramli itu.

 

Rizal Ramli vs Emil Salim di acara ILC di tvOne
Rizal Ramli vs Emil Salim di acara ILC di tvOne (tvOne)

Rizal Ramli mengawali kritiknya dengan narasi bahwa pada tahun 1960-an akhir, hampir semua negara di Asia jatuh miskin.

Rata-rata pendapatan perkapitanya per tahun cuma 100 dolar AS, termasuk Indonesia, Malaysia, Korea, juga Thailand.

"Bahkan China lebih miskin dari kita (Indonesia).

Hanya 50 dolar AS per kapita," kata Rizal Ramli, membuat hadirin ILC tvOne senyap mendengar narasinya.

Namun dalam kurun waktu 40 tahun kemudian, Indonesia seolah bertumbuh sangat cepat.

Padahal itu secara logika matematika sebenarnya nihil, menurutnya.

Rizal Ramli menyebut angka, 40 tahun setelah era terpuruknya ekonomi Indonesia tahun 1960, pendapatan per kapita Indonesia rata-rata cuma sekitar 4.000 dolar AS.

Sementara Malaysia sekitar 10 ribu dolar AS, Korea 35 dolar AS.

Halaman
1234
Sumber: TribunNewsmaker
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved