Pilkada Sumsel

PKS Sumsel Masih Timbang-timbang Nama Calon yang Diusung di Pilkada Serentak

Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPW PKS Sumatera Selatan Mgs Syaiful Padli mengatakan

ARIF BASUKI ROHEKAN/TRIBUNSUMSEL.COM
Syaiful Fadli. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPW PKS Sumatera Selatan Mgs Syaiful Padli mengatakan, partainya hingga saat ini belum menentukan sikap siapa bakal pasangan calon kepala daerah, yang akan diusung di Pilkada 7 Kabupaten se Sumsel September mendatang.

"Sekarang belum final, masih rapat- rapat terus, dan telah dibagi koordinator- koordinatornya. Seperti saya koordinator OKU raya, tapi sampai hari ini masih melakukan penjajakan dari calon yang ada, dan telah banyak kandidat yang telah silahturahmi ke PKS, mungkin dalam waktu dekat akan kita finalkan," kata Saiful, Selasa (5/2/2020).

Diungkapkan anggota DPRD Sumsel ini, jika PKS tidak melakukan pendaftaran bagi bakal pasangan calon kepala daerah, melainkan lebih silahturahmi.

"Jadi, masukan kader di daerah dalam hal ini DPD (Pengurus Kabupaten/kota), karena bersinggungan langsung dengan balon- balon itu," jelasnya.

Nantinya, diungkapkan Saiful DPW akan melihat kipra balon selama ini, bagaimana minta penjelasan DPD, sejauh mana mereka mengusulkan nama tersebut, dan menyakinkan kita bahwa nama itu fight untuk kita dukung dan siap untuk didukung, serta berpeluang untuk menang.

"Artinya, tanpa membuka pendaftaran kita bisa melakukan penjajakan dengan balon yang ada," tandasnya seraya soal nama dan pasangan lagi digodok.

Selain itu, ditambahkan Saiful untuk kriteria yang diusung atau didukung, secara umum memiliki track record yang baik, dan berpeluang menang, serta harus sesuai dengan ide- ide PKS, yang pro kerakyatan dengan bersama- sama memperjuangkan kepentingan masyarakat.

"Artinya berjuang bersama ini, kita hari ini memperjuangkan guru honorer, jangan sampai nanti calon yang diusung tidak mendukung insentif bagi guru honorer. Atau tentang Perda inisiatif buta aksara Al'quran, jangan sampai dia menolak itu. Poin- poin ini akan menjadi bahan sebagai penjajakan kita, dan menawarkan ide- ide kita ia siap, dan ia menawarkan program- progran dia," tuturnya.

Dilanjutkan Saiful, hasil survei juga akan jadi indikator pihaknya untuk memberikan rekomendasi nantinya.

"Kalau survei jelas akan jadi salah satu indikator juga, meski kita tidak menggunakan survei, tapi kita ada link ke lembaga survei," pungkasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved