Virus Corona

Ekspor Karet ke China Dibatasi Dampak Corona, Harga Karet Merosot Tajam

Sedangkan pada awal Februari ini harga komoditas andalan warga kota Prabumulih itu justru mengalami anjlok alias merosot

Ekspor Karet ke China Dibatasi Dampak Corona, Harga Karet Merosot Tajam
Tribun Sumsel/ Edison
Petani karet di Prabumulih sedang mengambil getah. Harga karet dalam dua minggu ini anjlok dampak virus Corona di China. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Harga karet pada awal Januari sempat naik.

Sedangkan pada awal Februari ini harga komoditas andalan warga kota Prabumulih itu justru mengalami anjlok alias merosot.

Jika sebelumnya harga karet (dua mingguan) Rp 9.200 per kilogram, saat ini harga karet mengalami penurunan menjadi Rp 7.200 per kilogram.

"Harga karet sudah dua minggu ini turun, kalau harga sebelumnya Rp 9200 sekarang turun jadi Rp7200," ungkap Qolbi, petani karet di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih ketika dibincangi, Selasa (4/2/2020).

Qolbi menuturkan, pihaknya sangat menyesalkan dan sedih akibat turunnya harga karet apalagi dirinya tidak ada alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Satu Warga Indonesia Positif Terinfeksi Virus Corona, Terjangkit di Wilayah Ini

"Kalau dulu ada warung makan kami tapi sudah tutup karena akibat karet turun ini juga menjadi pengaruh," katanya

Hal yang sama disampaikan Fitriyani yang merupakan petani karet lainnya juga mengeluhkan harga karet yang mulai turun.

"Kemarin sempat naik Rp 700 tapi sekarang justru turun lagi Rp 2000. Naik sedikit, turun banyak," katanya.

Kepala Dinas Pertanian Prabumulih, Syamsurizal menjelaskan, turunnya harga karet juga merupakan salah satu dampak maraknya virus corona.

"Sekarang harga karet memang turun. Itu juga merupakan pengaruh virus Corona, karena banyak juga karet yang diekspor ke China tapi sekarang sudah mulai dibatasi," ujarnya.

Syamsurizal menuturkan, tidak hanya ekspor namun impor produk dari China juga sudah mulai dibatasi dan belum tahu sampai kapan kebijakan itu akan diberlakukan.

Harga Karet Ikut Anjlok Gara-gara Virus Corona, Tiga Hari Turun Drastis

"Memang sekarang dibatasi padahal karet dari Indonesia kebanyakan di ekspor ke Amerika dan pasar baru di China. Prediksi kita di tahun 2020 ini harga karet bakal naik karena pasar ekspor sudah mulai bagus apalagi ada pasar baru China tapi justru ada kendala adanya virus corona," tuturnya.

Di kota Prabumulih ada 19 ribu hektare lahan dijadikan kebun karet dengan total petani sebanyak 13 ribu petani.

Lebih lanjut Syamsurizal berharap wabah virus corona cepat selesai sehingga harga karet kembali normal dan bahkan harga makin naik.

"Harga karet dibawah Rp 10 ribu, itu belum normal apalagi harga saat ini sampai Rp 7 ribu," bebernya.

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved