Dewan Pengawas TVRI Sebut Tayangan Liga Inggris Tak Sesuai Jati Diri Bangsa, Ini Maksudnya

Dewan Pengawas TVRI membeberkan beberapa kesalahan kebijakan Helmy Yahya selama memimpin Direktur Utama TVRI

Editor: Wawan Perdana
Youtube Kompas TV
Dewan Pengawas TVRI membeberkan beberapa kesalahan kebijakan Helmy Yahya selama memimpin Direktur Utama TVRI 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA-Dewan Pengawas TVRI membeberkan beberapa kesalahan kebijakan Helmy Yahya selama menjabat Direktur Utama TVRI.

Bukan hanya tanyangan Liga Inggris, tetapi ada juga hal yang menganggap Helmy Yahya bekerja tidak sesuai visi dan misi TVRI.

Dewan Pengawas TVRI mengatakan, tayangan iga Inggris yang hak siarnya dibeli Helmy Yahya saat menjabat Direktur Utama tidak sesuai dengan jati diri bangsa.

Ketua Dewan Pengawas TVRI, Arief Hidayat Thamrin mengatakan, TVRI semestinya memberikan tayangan edukatif yang memiliki nilai-nilai keindonesiaan.

"Tupoksi TVRI sesuai visi misi TVRI adalah televisi publik. Kami bukan swasta, jadi yang paling utama adalah edukasi, jati diri, media pemersatu bangsa," ujar Arief dalam rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

"Prioritas programnya juga seperti itu. Realisasinya sekarang kita nonton Liga Inggris," kata Arief Hidayat Thamrin.

Selain Liga Inggris, ia menyinggung soal tayangan Discovery Channel.

Menurut Arief, masih banyak alternatif tayangan lain yang bisa disajikan TVRI kepada publik.

"Discovery Channel kita nonton buaya di Afrika, padahal buaya di Indonesia barangkali akan lebih baik," ujar Arief.

Dia menilai, banyak tayangan siaran asing di TVRI selama kepemimpinan Helmy Yahya.

Menurut Arief, hal ini disebabkan Helmy terlalu mengejar angka share dan rating.

Helmy pun dianggap tak bekerja sesuai dengan visi dan misi TVRI.

Padahal, kata Arief, TVRI merupakan saluran televisi publik sehingga berbeda dengan swasta.

"Seolah-olah Direksi TVRI mengejar rating dan share seperti televisi swasta," tuturnya.

Sebelumnya, Dewan Pengawas TVRI juga menyebutkan bahwa hak siar Liga Inggris berpotensi menimbulkan gagal bayar alias utang.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved