Seusai Membunuh Tetangganya, Mustakim Langsung Adzan Ashar di Musala
Seusai membunuh tetangga, Mustakim warga Meranggi Jaya melakukan adzan Ashar di musala kampung
TRIBUNSUMSEL.COM - Seusai membunuh tetangga, Mustakim warga Meranggi Jaya melakukan adzan Ashar di musala kampung.
Peristiwa pembunuhan menggegerkan warga Kampung Meranggi Jaya, Kecamatan Putra Rumbia, Lampung Tengah.
Koimun (55) ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah musala, Rabu (15/1/2020) lalu.
Ironisnya, terduga pelakunya mengidap gangguan jiwa.
Saat itu korban diketahui pergi ke musala yang tak jauh dari rumahnya.
Kejadian yang merenggut nyawa Koimun itu pertama kali diketahui oleh istri korban, sekitar pukul 16.00 WIB.
Saat itu ia melihat Mustakim berada di musala.
Sementara suaminya dalam posisi tertelungkup di sekitaran musala.
Saat didekati, istri korban melihat suaminya sudah bersimbah darah.
Terlihat luka sabetan di sekitar lehernya.
"Saya langsung teriak minta tolong. Tidak lama kemudian warga berdatangan. Dia (Mustakim) masuk ke dalam musala dan langsung azan (Asar)," kata istri korban, Jumat (17/1/2020).
Heru, warga setempat, menyebutkan, pada saat kejadian banyak warga yang berdatangan ke lokasi.
Namun, korban diduga sudah meninggal dunia di tempat kejadian.
"Saya lihat ibunya (istri korban) nangis-nangis sambil minta tolong. Sebagian warga yang datang membantu menggotong korban. Tapi kayaknya korban sudah meninggal," kata Heru.
Warga lalu mengamankan Mustakim yang tidak beranjak dari dalam musala.
Setelah itu, Mustakim dibawa ke Mapolsek Rumbia guna mencegah aksi main sendiri.
Kapolsek Rumbia Ajun Komisaris Heru Prakoso membenarkan peristiwa pembacokan yang merenggut nyawa Koimun.
Heru menerangkan, polisi langsung mengamankan Mustakim yang diduga kuat merupakan pelaku pembacokan terhadap korban.
Selain itu, diamankan juga barang bukti dari tempat kejadian perkara.
"Dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan terhadap korban, terlihat ada bekas kekerasan (benda tajam) di seputar leher korban. Kita juga amankan satu helai sajadah warna hijau dan satu helai baju warna cokelat milik korban," kata AKP Heru Prakoso.
AKP Heru menduga pelaku Mustakim mengalami gangguan jiwa.
Untuk itu, pihaknya sudah membawa korban untuk diperiksa kejiwaannya di Rumah Sakit Jiwa Lampung di Kurungan Nyawa, Pesawaran.
Sejumlah pamong dan warga di Kampung Meranggi Jaya mengatakan, selama ini diketahui Mustakim mengidap gangguan kejiwaan.
Mustakim memang kerap berada di sekitaran musala.
Namun, warga tak menyangka Mustakim bisa melakukan pembacokan.
Apalagi keduanya sering bersua.
Meski mengidap gangguan jiwa, Mustakim jarang melakukan hal-hal yang aneh. (Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)
Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ilustrasi-korban-pembunuhan_20180917_150127.jpg)