Pilkada OKU Timur

Banyak Kerabat Gubernur Herman Deru Maju di Pilkada OKUT, Ini Kata Pengamat Politik Unsri

Pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Andrias Lionardo mengungkapkan, kualitas demokrasi tidak akan lebih baik

Banyak Kerabat Gubernur Herman Deru Maju di Pilkada OKUT, Ini Kata Pengamat Politik Unsri
ARIF BASUKI ROHEKAN/TRIBUNSUMSEL.COM
Dr Andrias Lionardo. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Andrias Lionardo mengungkapkan, kualitas demokrasi tidak akan lebih baik, jika satu daerah hanya diikuti dari satu kelompok tertentu dalam proses Pilkada.

Meski begitu, secara prinsip menurut Andrias, dalam demokrasi hak dipilih maupun memilih merupakan hak warga negara semua orang, yang ada di bumi ini mempunyai hak yang sama, meski kerabat dari penguasa.

"Tapi persoalan yang terjadi, kualitas demokrasi tidak akan lebih baik, jika calon dikuasai secara oligarki parpol, kedekatan dan pra syarat khusus. Namun di sisi lain ada yang tidak terpenuhi," kata Andrias, Rabu (15/1/2020).

Diterangkan Andrias, masih adanya kecenderungan parpol mengusung kandidat tertentu, tak dipungkiri kaderisasi parpol yang ada tidak berjalan, dan inilah tugas parpol kedepan, untui membuka seluas- luasnya kepada masyarakat yang terbaik untuk bisa ikut kontestasi.

Jangan dilihat dari kekuatan birokrasi, kekuatan parpol maupun finansial semata.

"Tapi carilah balonkada, yang memiliki konsep membangun daerah. Jadi memang orang yang pintar dan cerdas untuk memajukan daerah," tuturnya.

Ia pun menilai, jika nantinya tetap ada kecenderungan akan adanya timbul dinasty politik disuatu daerah, artinya memang dianggap parpol memiliki standar maksimal yang ada daerah itu, bukan lainnya.

"Padahal dengan jumlah penduduk yang cukup besar di OKUT, harusnya bisa didapat calon yang lebih baik. Sepertinya ada konvensi partai dengan harapannya bisa menjaring balon yang pantas memimpin, bukan hanya kekuatan birokrasi, parpol dan finasial tetapi memiliki konsep membangun daerah," ungkapnya.

Ditambahkan Andrias, seorang kandidat berpeluang menang dalam pertarungan Pilkada biasanya memiliki syarat, mulai dqri popularitas, kapabilitas (pengalam dan pembangunan dibuat), dan ada kedekatan dengan masyarkat (elektabilitas) selama ini.

"Masyarakat akan melihat kandidat yang ada, dan akan memilih yang terbaik," ungkapnya.

Dilanjutkan Andrian, adanya keluarga Gubernur Sumsel Herman Deru, yang hendak mendominasi pencalonan kepala daerah di OKUT, jelas sebagai bentuk mempertahankan kekuasaan yang ada, termasuk dalam mempertahankan kekuasaan di tingkat provinsi Sumsel.

"Dalam terori politik itu, mempertahankan kekuasaan lebih berat dari pada merebut. Sekarang bukan hanya di tingkat Desa, tingkat nasional saja saat ini seperti presiden Jokowi sudah berupaya mempertahankan kekuasaan, dengan anak, mantu maupun adiknya akan maju Pilkada. Jadi para politisi saat ini berlomba- lomba mempertahankan kekuasaan, termasuk di Sumsel jelas ingin melanjutkan penerusnya, dan ini sudah rutin hampir 15 tahun lalu untuk memunculkan penerusnya," pungkas Andrias.

Informasinya, sejumlah kerabat Gubernur Sumsel Herman Deru saat ini mulai ancang- ancang untuk maju Pilkada OKUT.

Beberapa nama yang sudah memiliki niat itu, Meilinda adik kandung yang juga politisi Nasdem Sumsel sudah menyatakan sikap maju bersama Wabup OKUT saat ini Feri Antoni.

Kemudian Lanosin alias ASN yang adik kandung HD dikabarkan akan maju bersama ketua DPD Nasdem OKUT Rio, serta Kol Inf H Ruslan Taimi yang merupakan adik ipar HD akan maju bersama politisi Nasdem Dr Herly Sunawan.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved