Berita Palembang

Pesan Kapolrestabes Palembang : Insaf Bro, Cari Pekerjaan Halal, Ini Jawaban si Jambret

Meski telah menindak tegas penjahat, mantan Direktur Intelkam Polda Kalimantan Utara ini tetap bersikap humanis kepada dua tersangka

Pesan Kapolrestabes Palembang : Insaf Bro, Cari Pekerjaan Halal, Ini Jawaban si Jambret
Tribun Sumsel/ Agung Dwipayana
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji memimpin rilis dua tersangka jambret, Jumat (10/1/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Satreskrim Polrestabes Palembang menegaskan, tidak akan tidur guna memberantas kejahatan jalanan yang meresahkan.

Terbaru, Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 134 Satreskrim Polrestabes Palembang meringkus dua pelaku jambret yang biasa beraksi di Ilir Timur (IT) III.

Dua pelaku jambret, Yuda Kadriansyah (35) dan Rahmad Hidayat (26) bahkan harus ditembak karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap.

"Kami tegaskan, polisi siap menjaga masyarakat 24 jam agar benar-benar tercipta rasa aman di Palembang," kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji saat rilis dua tersangka jambret, Jumat (10/1/2020).

Dalam menjalankan aksi mereka, kedua tersangka merampas handphone saat korban sedang menelepon.

Aksi jambret ini sudah dilakukan berkali-kali oleh kedua tersangka.

Siagakan 1000 Personel Antisipasi Bencana, BPBD Fokus di Pagaralam Lahat Empatlawang dan OKUS

"Kedua tersangka ini adalah residivis dan memang sangat meresahkan masyarakat. Sudah 11 laporan masuk ke Polrestabes," kata Anom.

Meski telah menindak tegas penjahat, mantan Direktur Intelkam Polda Kalimantan Utara ini tetap bersikap humanis kepada dua tersangka.

"Insaf Bro! Cari pekerjaan yang halal," pesan Anom.

"Iya Pak," jawab Rahmad, salah seorang tersangka.

Rebut Pistol dan Tembak Mati Orang yang Ancam Bapaknya, Pria di OKI Divonis Lepas

Selain kedua tersangka, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor hasil kejahatan yang dilakukan pada 3 Januari lalu.

"Tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman pidana penjara 7 tahun," jelas Anom.

Sementara tersangka Rahmad mengakui perbuatannya menjambret karena terdesak kebutuhan ekonomi.

"(Menjambret) karena kebutuhan ekonomi. Saya juga punya anak perempuan umur satu tahun," kata Rahmad.

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved