Serangan Iran ke Amerika

Harga Emas Melambung Setelah Iran Serang Amerika, Emas Antam Rp 799.000 per Gram

Serangan Iran ke pangkalan militer Amerika memberikan efek pada perdagangan emas, Rabu (8/1/2020).

Harga Emas Melambung Setelah Iran Serang Amerika, Emas Antam Rp 799.000 per Gram
Tribun Sumsel/ Hartati
Sari pegawai butik Antam Palembang tengah melayani konsumen yang akan membeli emas, Selasa (7/1/2020). Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak pada Rabu (8/1). 

TRIBUNSUMSEL.COM-Serangan Iran ke pangkalan militer Amerika memberikan efek pada perdagangan emas, Rabu (8/1/2020).

Di pasar spot internasional, Rabu (8/1), pukul 08.59 WIB, harga emas spot melonjak 1,50% ke US$ 1.595,32 per ons troi.

Pada penutupan kemarin, harga emas masih berada pada level US$ 1.575,37 per ons troi.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menyebut melambungnya harga si kuning ini mengejutkan.

Sebab banyak pihak menilai Iran tidak akan mengambil langkah agresif dan cenderung diam dalam ketegangan geopolitik tersebut.

“Akibat serangan ini, dampaknya nanti akan panjang dan dapat berlarut-larut. Sebab Presiden Donald Trump tidak akan tinggal diam, dan bisa saja dia benar-benar menyerang titik-titik di Iran seperti yang ia kicaukan di Twitter,” ujar Faisyal kepada Kontan.co.id, Rabu, (8/1/2020).

Alhasil harga emas dunia akan terkerek naik. Faisyal memproyeksikan harga emas bisa saja menembus angka US$ 1.600 per ons troi, bahkan bisa melejit lebih tinggi apabila AS langsung memberikan pernyataan balasan.

“Kalau Amerika membalas, bukan tidak mungkin harga emas akan menguji kisaran US$ 1.620 – US$ 1.635 per ons troi,” kata Faisyal.

Sementara untuk hari ini, ia memproyeksikan, jika harga emas menembus angka US$ 1.600, akan ada kemungkinan terkoreksi di level sekitar US$ 1.593.

Akibat serangan yang dilakukan Iran, dipastikan banyak investor yang akan berbondong-bondong memilih aset safe haven sebagai instrumen investasi.

Halaman
12
Editor: Wawan Perdana
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved