Berita Prabumulih

Walikota Prabumulih Sebut 4 Syarat Ini Tentukan PHL Masih Dipertahankan Atau Tidak

Rencana Pemerintah Kota Prabumulih untuk mengurangi 822 Pekerja Harian Lepas (PHL) yang tidak lulus uji kompetensi, langsung mengundang reaksi

Penulis: Edison | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Edison
Walikota Prabumulih, Ridho Yahya 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Rencana Pemerintah Kota Prabumulih untuk mengurangi 822 Pekerja Harian Lepas (PHL) yang tidak lulus uji kompetensi, langsung mengundang reaksi sejumlah elemen masyarakat.

Seperti pada Senin (06/01/2020) sejumlah masyarakat yang mengaku dari Aliansi Prabumulih Menggugat (APM) yang terdiri dari gabungan lima LSM mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Prabumulih.

Mereka mempertanyakan terkait uji kompetensi yang dinilai tidak transparan dan tak berpihak kepada rakyat tersebut.

"Kami meminta anggota DPRD memfasilitasi kami dan mempertanyakan ke pemerintah kota dengan tidak lulusnya 822 PHL itu. Karena ada yang bekerja sudah belasan tahun tapi malah tidak menjadi proiritas dan tidak ada toleransi pemerintah, sementara baru lulus," ungkap Ketua AMP, Adi Susanto ketika diwawancarai di gedung DPRD Prabumulih.

Adi menuturkan, pihaknya menilai uji kompetensi dilakukan itu banyak kejanggalan.

Diantaranya ada dua nama di online lulus dan di pengumuman ditempel tidak lulus, lalu 100 persen PHL BKPSDM selaku penyelenggara lulus.
"Untuk itu kami minta dewan membantu PHL karena mereka juga rakyat Prabumulih. Kalau tidak ada solusi terbaik jangan salahkan kami jika melakukan aksi damai dengan ribuan masa," tegasnya.

Senada disampaikan Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Prabumulih, Rifki Badai SH MKn yang menilai kurangnya transparansi publik dalam penerapan passing grade atau ambang batas penilaian dalam uji kompetensi yang dilaksanakan Pemkot Prabumulih melalui BKPSDM itu.

"Ini tidak adil dan tidak manusiawi, masa pengabdian mereka yang bertahun-tahun bahkan belasan tahun gugur hanya dengan pengerjaan teori yang hanya beberapa jam saja."

"Selain itu uji ini tidak transparan karena ambang batas nilai tidak jelas dan peserta tidak mengetahui," tegasnya seraya meminta DPRD Prabumulih dan Pemkot memberikan jaminan serta solusi terbaik bagi semua PHL.

Pengumuman Hasil Uji Kompetensi PHL Prabumulih, Ini Daftar Nama Lulus dan Tidak Lulus

Menanggapi itu Walikota Prabumulih, Ridho Yahya mengatakan, solusi tergantung dirinya dan yang tidak lulus masih berpeluang bekerja karena akan diperiksa dulu kerajinan bekerja dan hal lainnya.

"Yang dak lulus jangan berkecil hati akan kita panggil lagi, mereka tidak berpikir bagaimana jika walikotanya bukan Ridho Yahya pasti ilang (diberhentikan-red)."

"Kalau walikotanya bukan aku, coba ketemu walikota yang tidak bisa ditemui, tidak bisa didatangi ke rumah pasti habis, artinya selagi kami jadi walikota bekerjalah dengan rajin dan manfaat dengan bagus, baru tes itu saja sudah 900 PHL tidak lulus," ujar Ridho.

Ridho mengatakan, terkait PHL itu tidak ada masalah dan dirinya akan memberikan solusi bagi yang tidak lulus serta dipersilahkan menghadap dirinya.

"Silakan menghadap seperti tadi pagi banyak yang menghadap, kita berikan solusi, tidak ada masalah. Jelasnya dicarikan solusi apakah mereka tetap perpanjangan dengan peringatan hasil uji kompetensi, tapi mereka harus sadar," tuturnya.

Ada empat yang menentukan nasib PHL antara lain pertama jangan meremehkan PHL, kedua jangan terlampau percaya diri, jangan macam-macam bermain politik dan keempat harus rajin bekerja.

"Ini baru jadi PHL sudah mulai cak kesiangan, cak kehebatan. Yang dak lulus masih berpeluang besar, ngadep bae, aku nak tau dari hati ke hati, kemarin kan kita minta pertimbangan dari kementerian agar kiranya jangan langsung pangkas karena kemarin mereka minta separuh dipangkas dan separuh naikkan gaji yang lolos. namun dengan kondisi ini tidak mungkin, pengangguran juga warga kita, keluarga kito jugo," jelas Ridho.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved