Baru Pacaran, Pemuda Ini Mantap Ajak Gadis 19 Tahun Ikut Nikah Massal, Alasannya Tak Terduga

Menutup tahun 2019, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar nikah massal di halaman Balai Kota DKI, Selasa (31/12/2019) sore.

Tayang:
Editor: Moch Krisna
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Pasangan yang ikut nikah massal, Gerry Aldi Mandagi (21 tahun) dan Anasya (19 tahun), di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (31/12/2019). 

Gerry nampak mengenakan jas berwarna bitu sementara Anasya terlihat anggun dengan gaun berwarna putih.

 

Namun, bukan itu yang menarik perhatian, melainkan alasan di balik niat mereka untuk mengikuti nikah massal tersebut.

Gerry menceritakan bahwa ia dan kekasihnya mantap melangsungkan pernikahan walau baru dua tahun pacaran karena suatu alasan yang menggelitik.

"Siap dong untuk nikah. Soalnya takut enggak dapat jodoh kalau sudah tua," kata Gerry kepada TribunJakarta.com, di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (31/12/2019).

Gerry dan Anasya yang sudah resmi berstatus sebagai suami istri pun merasa sangat senang dapat mengikuti acara nikah massal ini.

"Yang pasti sih senang ya. Nikahnya gratis tinggal ke kelurahan saja," ucap Gerry.

Pasangan nikah massal Adjid Effendi 77 tahun dan istri Rimih 55 tahun di halaman balai kota, Jakarta Pusat, Selasa (31/12/2019)
KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGI
Pasangan nikah massal Adjid Effendi 77 tahun dan istri Rimih 55 tahun di halaman balai kota, Jakarta Pusat, Selasa (31/12/2019)

 Selain pasangan termuda, ada pula pasangan tertua yang juga mengikuti acara nikah massal tersebut.

Yakni, Adjid Effendi (77) dan istrinya, Rimih (55).

Mereka adalah warga Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Pasangan ini telah menikah secara siri pada 2014 silam.

Mereka akhirnya mau melaksanakan isbat nikah usai dibujuk oleh RT dan RW tempat mereka tinggal.

"Menikah sirih tahun 2014. Ya lalu ada ini saja, ada pak RT dan RW yang nawarin (untuk itsbat nikah)," ucapnya saat ditemui Kompas.com di Balai Kota, Jakarta, Selasa (31/12/2019).

Adjid mengatakan bahwa perbedaan umur yang cukup jauh tak membuatnya merasa malu untuk mengikuti nikah massal ini.

Ia mengaku telah mengetahui program ini sejak 2 tahun yang lalu.

Namun, karena kesibukan dirinya dan sang istri membuatnya baru bisa mengikuti nikah massal tahun ini.

"Istri repot kerja garmen. Saya sama satpam jadi baru sempat tahun ini," tuturnya.(*)

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved