Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Pagaralam

Keluarga Korban Kecewa, Tanggapan Manajemen Sriwijaya Express Soal Bus Masuk Jurang Biasa Saja

Melihat tayangan di televisi sudah ramai memberitakan bus yang jatuh ke jurang adalah bus yang dinaiki Fitria dan keluarga, seorang keluarga pun pings

Editor: Weni Wahyuny
Tangkap layar video/IRAWAN
Suasana kediaman Nyimas Fitria, korban meninggal kecelakaan Bus Sriwijaya, Rabu (25/12/2019) malam 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Irawan

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG - Keluarga Nyimas Fitria (40), korban meninggal kecelakaan Bus Sriwijaya Express yang jatuh ke jurang di Pagaralam merasa terpukul dengan kepergiannya.

Tak hanya Nyimas Fitria, keluarga tersebut pula kehilangan keponakannya, Raisah Aprilia yang masih berusia 4 tahun dalam kecelakaan yang terjadi di bus dengan plat BD 7031 AU, jurusan Bengkulu-Palembang, Senin (23/12) malam.

Seperti diketahui ibu dan anak ini merupakan warga Jalan 2 Ulu Lorong Sintren, Kota Palembang.

Kakak korban, Nyimas Anita Eriani menceritakan situasi keluarga saat mendengar kejadian tersebut.

Anita mengaku adik dan keponakannya itu pulang ke Palembang setelah menghadiri acara lamaran keponakanya di Kota Bengkulu.

Naas, saat di perjalanan ke Palembang, Bus Sriwija Experess yang dinaikinya masuk jurang di Likung Lematang Kota Pagaralam membuat mereka kehilangan nyawa.

Anita menjelaskan, ia mendapat kabar dari media sosial Selasa (24/12) pukul 06.00 WIB bahwa ada bus kecelakaan rute Bengkulu-Palembang.

Keluarga tidak menduga bahwa bus yang kecelakaan itu ada empat keluarganya.

Pukul 07.00, ia langsung menghubungi pihak keluarga lain yang di Palembang untuk menjemput adiknya itu di loket Sriwijaya Experess yang berada di Palembang.

Namun pihak Sriwijaya Experess yang di Palembang tidak mengetahui dan menjawab pertanyaan dari keluarga korban di Palembang yang menanyakan sudah jam 7.00 bus belum datang.

Melihat tayangan di televisi sudah ramai memberitakan bus yang jatuh ke jurang adalah bus yang dinaiki Fitria dan keluarga, seorang keluarga pun pingsan.

"Anak kedua Fitria pingsan saat melihat berita di TV," ungkapnya, Rabu (25/12/2019) malam.

Kemudian keluarga di Palembang langsung menghubungi Nyimas Anita yang berada di Bengkulu. Anita langsung mendatangi loket Sriwijaya Express di Jalan Bangka, Kota Bengkulu bersama suami dan anak.

Hasilnya, ia sangat kecewa karena pihak Sriwija Experes menanggapi biasa saja dan tidak memberikan kabar kepada keluarga korban bahwa bus yang ditumpangi korban masuk jurang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved