Pria Asal Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk Dengan Kentutnya Dipastikan Bohong
Pria Asal Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk Dengan Kentutnya Dipastikan Bohong
TRIBUNSUMSEL.COM -- Pria Asal Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk Dengan Kentutnya Dipastikan Bohong
Pekan ini, beredar pemberitaan tentang seorang pria di Uganda yang mengaku bisa membunuh nyamuk menggunakan kentut.
Bahkan, pria itu mengklaim dia sampai dipekerjakan oleh perusahaan obat nyamuk untuk meneliti gas buangnya yang sedemikian "dahsyat" itu.
• Kakek 72 Tahun Bacok Istri Sampai Tewas Lantaran Tak Kuat Mendengar Gosip Perselingkuhannya
Semua berawal ketika tabloid Inggris The Sun memublikasikan artikel bertanggal 10 Desember soal pria Uganda itu.
Artikel itu menceritakan tentang Joe Rwamirama, pria asal Kampala yang mengaku membunuh nyamuk menggunakan kentut.
Dia mengaku berbau seperti orang normal. Dia mandi dan makan tidak aneh-aneh.
" Kentut saya juga seperti orang normal," katanya. Hanya bagi nyamuk, gas buangannya itu terbilang mematikan.
Bahkan, dia jauh lebih berbahaya dibanding bom atom yang jatuh di Hiroshima pada 1945.
Pria berusia 44 tahun itu mengaku kentutnya mematikan hingga radius 9 kilometer, dengan warga desanya belum pernah terkena malaria karena jasanya.
Pemberitaan itu kemudian mengutip keterangan tukang cukur lokal bernama James Yoweri yang mengatakan Rwamirama dihormati oleh warga sekitar.
"Jika dia datang, maka kami tahu nyamuk-nyamuk itu bakal musnah. Kentutnya sudah menyingkirkan penyakit," terangnya.
Kemudian kepala desa menuturkan bagaimana dia mengajak Rwamirama untuk membantunya membasmi nyamuk yang mengganggu penduduk
Fakta Sebenarnya
Berdasarkan keterangan dari situs snopes.com, diketahui pemberitaan soal Rwamirama yang bisa membunuh nyamuk dengan kentut adalah hoaks.
Cerita itu berawal di sebuah situs bernama Ihlayanews pada 9 Desember dengan sangkalan nuusparodie waarvan jy hou (parodi baru yang Anda suka).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/pria-kentut123.jpg)