Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Menang 80 Persen di Pilkada Serentak 2018, Ini Strategi Demokrat di Pilkada Serentak 2020

Sejumlah partai politik di Sumsel telah melakukan penjaringan atau pendaftaran bakal calon kepala daerah (Balonkada) serentak 2020

ARIF BASUKI ROHEKAN/TRIBUNSUMSEL.COM
Sekretaris DPD Demokrat Sumsel MF Ridho 

Ia memprediksi sekitar akhir bulan Desember atau awal Januari Juknis dan Juklak itu akan keluar.

Nantinya penjaringan akan dimulai dari kabupaten/kota (DPC), maupun provinsi (DPD).

"Artinya kita tetap memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki potensi, jika tidak sempat mendaftar di daerah bisa dilakukan di DPD Demokrat Sumsel, semua ikuti arah tahapan saja," tandasnya.

Selain itu, diungkapkan Ridho para balonkada yang mendaftar di Demokrat, nantinya harus "renteng" patungan untuk biaya survey nantinya dibebankan kepada mereka.

"Ini untuk menujuk keseriusan bakal calon yang ada. Nanti hasilnya dipaparkan dihadapan majelis tinggi Demokrat. Yang jelas suvey jadi patokan kita," tandasnya.

Hitung-hitungan Keterpilihan Perempuan di Pilkada Serentak 2020, Ini Analisis Perludem

Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Sumsel, Muchendi Machzareki menambahkan, partainya memiliki prinsip dan sudah jadi sikap resmi partai Demokrat yang tidak mentolerir pelaku korupsi.

"Sama seperti periode sebelumnya dan pileg tahun lalu, bahwa Partai Demokrat sepakat, untuk tidak akan mengusung atau mendukung, calon mantan napi korupsi walaupun itu diperbolehkan," terang Muchendi.

Wakil ketua DPRD Sumsel ini menerangkan, partai Demokrat bukan ingin menghilangkan hak sesorang untuk jadi kepala daerah, namun partainya melihat banyak putra- putri terbaik di Sumsel yang akan memimpin.

"Masih banyak, calon lain yang bisa kita pertimbangkan untuk didukung," pungkasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved