Kebakaran 3 4 Ulu Palembang

Kronologi Detik-detik Kebakaran di 3/4 Ulu Palembang, Eni Meninggal Jelang 4 Hari Lamaran Anak

Rumah milik Eni (60) di Kelurahan 3/4 Ulu Seberang Ulu 1 Palembang terbakar Rabu dini hari tadi. Eni meninggal dunia setelah terjebak dalam rumahnya

Tayang:
Editor: Prawira Maulana
RIDHO
TKP kebakaran 3/4 Ulu Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Rumah milik Eni (60) di Kelurahan 3/4 Ulu Seberang Ulu 1 Palembang terbakar Rabu dini hari tadi.

Eni meninggal dunia setelah terjebak dalam rumahnya yang terbakar.

Tribunsumsel.com mendatangi lokasi kejadian dan mewawancarai saksi mata yang menyaksikan petaka itu berlangsung.

Ari (30) Dan TW (31) pasangan suami istri yang tinggal di dekat rumah yang terbakar masih terlihat syok atas kejadian kebakaran yang menimpa tetangganya.

Pasalnya rumahnya hanya berjarak 2 meter dari lokasi rumah yang terbakar.

Saat Tribunsumsel.com masuk ke rumahnya, terlihat lantai rumah masih basah sisa dari siraman air.

Di dinding ruang tamu juga terlihat lembaran foto yang terpajang turut basah dan menggulung.

Tw (31) istri Ari (33) yang saat kejadian hanya berdua dengan anaknya caca (5) mengaku takut dan panik saat kejadian berlangsung.

 Kesedihan Korban Tewas Kebakaran 3-4 Ulu Palembang, 4 Hari Lagi Anak Semata Wayangnya Dilamar

Pasalnya sang suami saat itu tidak berada di rumah dikarenakan harus bekerja di salah satu pertambangan minyak di daerah Indralaya.

"Semalam kami cuma berdua saja dengan anak saya, suami saya kerja sift malam," tutur Tw kepada wartawan Tribun sumsel.

Awal mula TW mengetahui Ada kejadian kebakaran setelah dirinya mendengar teriakan dari tetangga sebelah rumahnya.

Saat itu juga sontak TW terbangun dan langsung melihat ke pintu belakang dimana ada kobaran api yang telah membesar di belakang rumahnya.

Melihat api yang sudah membesar, TW membangunkan anaknya dan anaknya dengan sigap berlari keluar rumah.

Meski dalam keadaan panik, TW masih sempat untuk mencabut selang gas yang terpasang di kompor dan mematikan semua jaringan listrik di rumahnya.

"Waktu kejadian aku bangun saat api sudah besar, aku langsung matikan listrik di rumah Dan mencabut selang gas", ucapnya.

Setelah berhasil keluar rumah, TW mencoba menghubungi suaminya dan memberi kabar bahwa rumahnya akan ikut terbakar.

 Kesedihan Korban Tewas Kebakaran 3-4 Ulu Palembang, 4 Hari Lagi Anak Semata Wayangnya Dilamar

Mendapat telepon dari rumah, Ari yang saat itu masih bekerja langsung pulang menuju ke rumah dengan sepeda motor.

Ari menyebut di perjalanan dirinya tidak ada pikiran lain selain ingat dengan anak istrinya di rumah.

"Saya pakai motor sudah tidak ingat seberapa cepat, saat itu yang saya pikirkan adalah anak istri saya", ujarnya.

Sesampainya di rumah, Ari langsung melihat kondisi rumah, dan kondisi api saat itu sudah sempat membakar kusen jendela di dapurnya.

Sontak dengan air yang ada dirumah, Ari langsung menyiram dan memadamkan api.

"Saya lihat percikan api sudah masuk ke dalam pagar belakang, jendela saya sudah dihinggapi api. Kondisi saat itu sangat panas, bahkan dinding dapur saya yang saat itu tersentuh tangan Saya terasa seperti bara api, hampir saja tangan saya melepuh", bebernya.

Namun beruntung kendaraan pemadam kebakaran yang tidak jauh dari lokasi dengan cepat memadamkan api dan menyiram rumah sekeliling lokasi kebakaran hingga api tidak sempat menyambar ke rumah warga lainnya.

"Sedikit saja terlambat datang Mobil pemadam kebakaran itu, rumah saya pasti sudah ikut terbakar", kata Ari.

 Kesedihan Korban Tewas Kebakaran 3-4 Ulu Palembang, 4 Hari Lagi Anak Semata Wayangnya Dilamar

Ari (33) yang merupakan tetangga Eni bercerita tentang keseharian almarhumah Eni.

Almarhumah di mata Ari adalah sosok yang baik, dan ramah terutama kepada anak perempuannya yang masih berusia 5 tahun.

"Almarhumah setahu saya orang nya baik, ramah juga sering menegur anak saya, terlebih jika tari anak dari almarhumah sedang pulang ke Palembang, beliau (almarhumah) pasti mengajak anak saya untuk ke rumah untuk bertemu tari anaknya," tutur Ari mengenang almarhumah Eni.

Ari menyebut bahwa keseharian dari almarhumah adalah seorang pedagang daging di wilayah 4 Ulu Palembang.
Almarhumah Eni berjualan dari pagi hingga siang, dan langsung kembali ke rumah.

"Ibu Eni tu berjualan daging di Pasar 4 Ulu dari pagi sampai siang, suaminya yang saya tahu itu juga berjualan tapi malam hari, makanya saat kebakaran terjadi, ibu Eni itu sendirian, karna suaminya jualan dan anaknya kerja di Muba," tukas Ari.

Almarhumah Eni hanya memiliki seorang anak perempuan bernama Tari, yang menurut informasi bekerja di Salah satu bank di Muba.

Menurut Ari, Tari tinggal di Muba tempat nya bekerja, namun di hari sabtu dan Minggu Tari pulang ke Palembang untuk mengunjungi ibunya.

Kesedihan Korban Tewas Kebakaran 3-4 Ulu Palembang, 4 Hari Lagi Anak Semata Wayangnya Dilamar

Sebelumnya diberitakan, 

Kebakaran sebuah rumah di jalan Nursehan Dundang lorong Puskesmas RT 34 RW 10 kelurahan 3/4 ulu Kecamatan SU 1 Palembang, menelan korban jiwa, Rabu (11/12/2019).

Eni (60) pemilik rumah tewas seketika dalam kebakaran tersebut.

Kapolsek SU 1 Kompol Mayestika Hidayat SIK, melalui Kanit Iptu Irwan Siddik mengatakan diduga penyebab kebakaran karena adanya konsleting listrik.

"Tapi peristiwa ini masih dalam penyelidikan sehingga kita belum tahu pasti apa penyebab kebakaran ini," ujarnya.

Dikatakan Irwan, kebakaran itu pertama kali diketahui oleh warga sekira pukul 03.05.

Saat itu warga telah melihat kobaran api telah membakar rumah korban yang terbuat dari kayu.

Namun warga tak berani mendekat sebab api telah besar dan korban yang hanya tinggal seorang diri di rumahnya tidak berhasil menyelamatkan diri.

"Saat ini jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan proses visum dan setelah itu akan langsung dimakamkan," ujarnya.

 Kebakaran terjadi di Jalan Wahid Hasyim 3-4 Ulu Palembang, Rabu (11/12/2019).

Eni (60) ditemukan tewas pada peristiwa kebakaran yang terjadi di rumahnya itu.

Kesedihan meliputi keluarga almarhumah. Empat hari lagi putri semata wayangnya akan dilamar orang.

"Tidak menyangka akan seperti ini. Rencana lamaran sudah ditetapkan, tapi rupanya ada musibah ini," ujar Yanti (44) keponakan korban saat ditemui di depan instalasi forensik rumah sakit Bhayangkara, Rabu (11/12/2019).

Dikatakan Yanti, selama ini korban yang dalam kesehariannya adalah pedagang daging di pasar 3-4ulu, hanya tinggal seorang diri di rumahnya.

Sedangkan anak semata wayangnya bekerja di salah satu bank swasta dengan tempat tugas di Sungai lilin Kabupaten Musi Banyuasin.

"Anaknya pulang cuma di akhir pekan dan berangkat lagi untuk kerja di hari Senin," ujarnya.

Meskipun tinggal sendiri, menurut pihak keluarga, Eni memiliki kondisi badan yang sehat.

Sehingga pihak keluarga sangat tidak menyangka dengan adanya kejadian ini.

"Anaknya sekarang sedang dalam perjalanan pulang kesini. Nomornya juga masih belum bisa dihubungi, pasti juga karena masih syok," kata Yanti.

Pihak keluarga mengetahui peristiwa kebakaran itu dari calon suami anak korban.

Namun saat itu, mereka tidak tahu mengenai adanya korban jiwa.

"Awalnya kami cuma dapat kabar ada Kebakaran. Tapi kemudian dapat kabar lagi bahwa bibi kami turut jadi korban," ucapnya.

Rencananya, jenazah Eni akan langsung dimakamkan pihak keluarga di TPU Kandang Kawat.

"Kami juga menolak proses outopsi karena sudah ikhlas dengan musibah ini. Jenazahnya akan langsung kami makamkan hari ini juga," ujar dia.

Lokasi Kebakaran

 Sebelumnya diberitakan, kebakaran sebuah rumah di Jalan KH Wahid Hasyim 3-4 Ulu Palembang menelan satu korban jiwa, Rabu (11/12/2019).

 
Eni (60) sang pemilik rumah, tewas terbakar dalam peristiwa mengejutkan itu. 
 
Jenazah korban yang sudah dalam keadaan hangus terbakar, Kemudian dibawa ke instalasi forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. 
 
Pantauan Tribunsumsel.com, kesedihan tampak terlihat jelas dari keluarga korban yang telah berada di depan instalasi forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. 
 
Yanti (44) keponakan korban mengatakan pihak keluarga mendapat kabar terjadi kebakaran di rumah korban sekira pukul 04.30 dini hari. 
 
Namun pihak keluarga tidak menyangka bahwa peristiwa itu akan menelan korban jiwa.
 
"Bibi saya itu tinggal sendiri di rumahnya. Kami awalnya cuma dapat kabar terjadi kebakaran. Tapi kemudian ada kabar lagi kalau bibi meninggal dalam kejadian itu," ujarnya. (rido/shinta)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved