Wanita Ini Ngaku Alergi Wifi Bikin Tubuhnya Tidak Enak Badan, Harus Pakai Kantong Tidur Perak
Seorang wanita mengaku alergi terhadap WiFi.Ia bahkan khawatir penerapan 5G di negaranya, Inggris, bisa membunuhnya.
TRIBUNSUMSEL.COM -- Seorang wanita mengaku alergi terhadap WiFi.
Ia bahkan khawatir penerapan 5G di negaranya, Inggris, bisa membunuhnya.
Rosi Gladwell (70) telah menghabiskan ratusan pound sterling untuk melindungi dirinya dari internet nirkabel.
Ia percaya radiasi elektromagnetik membuat dia merasa lemah dan kehabisan napas.
Mengatasi alerginya, dia akan tidur di dalam kantong tidur seharga yang ditenun dengan perak dan tembaga memiliki selembar pelindung seharga 400 pound sterling (sekitar Rp6,9 juta).
Ia juga memiliki detektor radiasi genggam seharga 200 pound sterling (sekitar Rp3,4 juta).
Rosi, dari Totnes, Devon, mengatakan ia merasa cukup khawatir dengan masa depan.
"Saya sebenarnya cukup takut dengan masa depan. Saat ini, saya telah berhasil membuat diri saya aman dengan menjadi cukup beruntung untuk tinggal di sebuah rumah di pedesaan di mana tidak ada frekuensi elektromagnetik."
Rosi menambahkan, "Tetapi jika mereka memperkenalkan 5G maka saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Ini masalah yang sangat menakutkan."

Sejak mendiagnosis dirinya dengan kepekaan terhadap medan elektromagnetik
Rosi telah menghabiskan sejumlah uang pada peralatan khusus dan menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah liburan keluarga di pegunungan Spanyol.
Rosi mengenakan kantong tidur dan sprei pelindung selama perjalanan feri selama 30 jam yang dia lakukan bersama suaminya ke Spanyol.
Rosi sendiri sadar orang-orang pasti menganggap dirinya aneh jika mengatakan sensitif terhadap EMF.
"Saat itu orang akan menganggap Anda aneh jika Anda mengatakan Anda menderita sensitivitas EMF, tetapi saya tidak berpikir itu masalahnya sekarang."
Ia juga mengatakan ia mungkin tak bisa pergi ke kota-kota besar, mengingat begitu kuatnya sinyal di sana.