Berita Lahat

Bikin Warga Cemas, Pemuda Penyebar Berita Hoax Harimau di Lahat Diamankan Polisi

Polres Lahat mengamankan pemilik akun facebook Ellek Mandre, terkait aksinya menyebarkan info hoax tentang keberadaan harimau

Editor: Wawan Perdana
Sripo/ Ehdi Amin
Adam Qodri (tengah) didampingi keluarga saat klarifikasi dan meminta maaf atas penyebaran berita hoax harimau di Lahat, Senin (9/12/2019). 

“ini cukup meresahkan, akibat dari tulisan di FB tersebut kita warga menjadi takut dan cemas. Mengingat juga kejadian akhir akhir ini, di Pagaralam dan Tanjung Sakti adanya warga meninggal dunia diterkam harimau."

"Kita takut lah kalau memang benar adanya harimau sudah berada di Lahat. Sekali lagi kami acungi jempol kalau pemilik akun sudah diamankan, dan selanjutnya biarkan proses hukum yang berjalan,” tuturnya.

Sementara Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap S.Ik melalui Iptu Sabar Kasubag Humas Polres Lahat dihubungi via telpon membenarkan perihal telah diamankan pemilik akun dimaksud.

“Ya sudah diamankan dan dilakukan pemeriksaan," ujarnya.

Imbauan Wali Kota

Sebelumnya diberitakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam meminta pihak UPTD KPH X Dempo untuk dapat menurunkan para oknum petani yang masih beraktivitas di kawasan Hutan Lindung (HL) yang ada didaerah Desa Tebat Benawa Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam.

Pasalnya pasca kejadian meninggalnya Yudiansyah (40) warga Lahat yang diduga diterkam dan dibunuh oleh Harimau Sumatera dikawasan Talang Tani yang diduga masuk dalam kawasan Hutan Lindung Talang/Hutan Adat Desa Tebat Benawa.

Hal ini disampaikan langsung oleh Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni dalam imbauannya.

Bahkan dirinya meminta pihak KPH langsung kelokasi untuk menurunkan para petani yang masih beraktifitas dikawasan tersebut.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang masih ada di kebun yang ada di kawasan hutan lindung atau yang berdekatan dengan hutan lindung untuk segera turun dan meninggalkan lahan kebun. Pasalnya saat ini disinyalir Harimau masih berkeliaran di kawasan tersebut," imbaunya.

Wako meminta agar masyarakat dapat mengindahkan imbauan tersebut. Pasalnya hal ini menyangkut keselamatan dari para petani itu sendiri.

"Kita sebenarnya sudah mengimbau untuk tidak mendakati kawasan Hutan Lindung sejak adanya kejadian konflik manusia dan Harimau ini terjadi beberapa waktu lalu. Namun sepertinya himbauan tidak terlalu diindahkan. Namun kali ini kami berharap petani bisa mengindahkan himbauan ini," harapnya.

Kepala UPTD KPH X Dempo, Ardiansyah mengatakan, menurunya konflik antara manusia dan harimau yang terjadi di Desa Tebat Benawa ini karena beberapa oknum masyarakat membuka lahan perkebunan di dalam areal hutan lindung yang bersebelahan dengan hutan adat Tebat Benawa.

"Diduga korban berkebun di areal Hutan Lindung Bukit Patah atau Patahan Tiga yang tidak terpantau oleh kita," ujarnya.

Dikatanya jalur masuk hutan lindung tersebut ada dua jalur yang pertama melewati Desa Tebat Benawa yang kedua melewati daerah Sebidang Alas.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved