1 Tahun Jadi Dirut Garuda, Dosa Ari Askhara 'Berani' Selundupkan Moge Antik Senilai Rp 800 Juta

Publik dikagetkan dengan kasus penyelundupan Harley Davidson yang dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) Garuda beberapa waktu lalu.

Tayang:
Editor: Moch Krisna
Kolase Tribunnews.com/Apfia dan Kompas.com/Rully
Ari Askhara diturunkan dari jabatannya sebagai Dirut Garuda 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Publik dikagetkan dengan kasus penyelundupan Harley Davidson yang dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) Garuda beberapa waktu lalu.

Harley Davidson yang diduga pesanan Dirut Garuda I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara ini ditemukan oleh petugas Bea Cukai pada Minggu (17/11/2019) lalu, di hanggar PT Garuda Maintenance Facility (GMF).

Tak hanya Harley Davidson, petugas Bea Cukai juga menemukan barang-barang ilegal lain milik Dirut Garuda, di lambung pesawat baru milik PT Garuda Indonesia (Persero) Airbus A330-900.

Melansir laman Kompas.com, dari penuturan Kasubdit Humas Bea dan Cukai Deni Surjantoro, pesawat tersebut baru datang dari pabrik Airbus di Prancis.

“Pesawat tersebut mengangkut 10 orang kru sesuai dokumen general declaration crew list dan 22 orang penumpang sesuai dokumen passenger manifest,” ujar Deni kepada Kompas.com, Selasa (3/12/2019).

Pesawat Airbus baru milik PT Garuda Indonesia telah mengantongi izin mendarat di hanggar milik PT GMF untuk keperluan seremonial.

PT Garuda juga meminta petugas untuk melakukan pemeriksaan kepabeanan saat pesawat telah tiba.

Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara
Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara (garuda)

Setelah diperiksa oleh pihak Bea Cukai, pada bagian kabin cokpit dan penumpang tidak ditemukan pelanggaran kepabeanan, dan tak ditemukan barang kargo lain yang dilaporkan pihak Garuda Indonesia sebelumnya.

Barang-barang pesanan tersebut ditemukan oleh petugas Bea Cukai di bagian lambung pesawat.

Namun pemeriksaan pada lambung pesawat (tempat bagasi penumpang) ditemukan beberapa koper bagasi penumpang dan 18 boks warna coklat yang keseluruhannya memiliki claim tag sebagai bagasi penumpang,” ungkap dia.

Saat diperiksa oleh petugas koper dan boks tersebut hanya berisi barang pribadi milik penumpang.

“Namun, saat pemeriksaan 18 boks tersebut ditemukan 15 koli claim tas atas nama SAS berisi part motor Harley Davidson bekas dalam kondisi terurai,” kata Deni.

Sedangkan 3 boks lain merupakan milik LS yang berisi dua unit sepeda Brompton kondisi baru beserta aksesorisnya.

“SAS dan LS merupakan penumpang dari pesawat tersebut. Saat ini proses penelitian lebih lanjut sedang dilakukan terhadap pihak ground handling dan penumpang yang bersangkutan,” kata Deni.

Kondisi Harley Davidson yang telah diselundupkan pun dalam kondisi bekas, terlihat dari beberapa sparepart yang sudah usang.

Sumber: Gridgames.id
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved