Harimau Terkam Warga
Warga Pagaralam Dimakan Harimau, BKSDA Sumsel Sebut Hutan Lindung Tempat Tinggal Para Harimau
lokasi serangan satwa liar terhadap warga Pagaralam dalam satu bulan terakhir, seluruhnya berada di kawasan hutan lindung
Penulis: Shinta Dwi Anggraini |
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Balai konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel) menyayangkan kembali terjadi konflik antara manusia dan harimau.
Kali ini seorang di Desa Tebat Nawa Kecamatan Dempo Selatan Pagaralam tewas akibat diterkam harimau, Kamis (5/12/2019).
Kepala BKSDA Sumsel, Genman Hasibuan mengatakan, berdasarkan laporan tim di lapangan, lokasi TKP berada di kawasan Hutan Lindung.
• Diduga Dimakan Harimau Tubuh Warga Pagaralam Hanya Tinggal Kaki, Isi Perut Habis
Padahal Forkopimda Pagaralam telah mengimbau agar masyarakat menghentikan aktivitas di dalam Kawasan Hutan Lindung yang dapat menggangu keberadaan harimau.
"Informasi yang kita dapat, diduga korban tewas sedang menggarap di dalam hutan lindung, padahal sudah diimbau untuk menghentikan aktivitas disana,"ujar Genman saat dikonfirmasi Tribunsumsel.com.
Dia menjelaskan lokasi serangan satwa liar terhadap warga Pagaralam dalam satu bulan terakhir, seluruhnya berada di kawasan hutan lindung.
Termasuk dengan lokasi saat ini berada disekitar TKP korban lain sebelumnya.
Dimana, korban tersebut beberapa hari lalu mengalami luka dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit akibat diterkam harimau.
• Klarifikasi Ustadz Abdul Somad Cerai dengan Mellya Juniarti, UAS Sudah Pisah Sejak 4 Tahun Lalu
"Bila kita lihat memang lokasi kali ini masih berada dalam satu kawasan dengan lokasi beberapa hari lalu,"ujarnya.
Menurut Genman, dengan adanya aktivitas manusia disekitar kawasan hutan lindung, sangat beresiko memicu adanya interaksi antara manusia dan harimau.
Padahal sejatinya, hutan lindung memang merupakan tempat tinggal bagi para harimau.
"Maka dari itu, kami dari BKSDA hanya bisa mengimbau bagi masyarakat agar selalu waspada saat berada dikawasan hutan lindung," ujarnya