Spirit Bisnis

Usaha Kopi Nenek Dusun, Potret Pemberdayaan Ekonomi Ibu Rumah Tangga di Semende Muara Enim

Tergerak mengangkat perekonomian keluarga dan warga sekitarnya, Nuraini merintis usaha kopi asli Semende Darat, Muara Enim yang dirintis sejak 2011

Usaha Kopi Nenek Dusun, Potret Pemberdayaan Ekonomi Ibu Rumah Tangga di Semende Muara Enim
Tribun Sumsel/ Hartati
Nurani (selendang merah) menerima penghargaan juara 1 kompetisi BFI Coffeepreneur 2019 yang digelar November lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Tergerak mengangkat perekonomian keluarga dan warga sekitarnya, Nuraini merintis usaha kopi asli Semende Darat, Muara Enim yang dirintis sejak 2011 lalu.

Diberi nama Kopi Nenek Dusun, kopi ini kini sudah merambah seluruh tanah air dengan pemasaran online dan offline.

Nuraini di Semende, Muara Enim, membentuk kelompok usaha bersama Sawah Lebar dengan anggota 20 orang.

Mereka berbagi tugas, mulai dari produksi hingga pengemasan dan pemasaran.

Wanita yang akrab disapa Bunda Nur ini mengatakan, usaha kopi bersama yang digelutinya bersama rekan lainnya sudah memiliki legalitas sehingga kualitas dan kesehatannya sudah terjamin karena sudah memenuhi standar edar.

Wow Kopi Lahat dan Duku Komering Siap Ekskpor ke Kroasia

Ada empat varian kopi yang ditawarkan yakni green bean, roasting, kopi bubuk dan kopi saset siap sedu.

Proses pembuatan kopi hampir sama seperti pembuatan kopi pada umumnya mulai dari kopi dipetik di pohon, kopi dijemur, kopi kering yang sudah dijemur kemudian dikupas kulitnya menggunakan mesin, kemudian dicuci dan dijemur kembali hingga kering.

Pada proses roasting atau sangrai terdapat dua jenis proses sangrai yang digunakan yakni manual dan menggunakan mesin.

Setelah disangrai kopi kemudian digiling menjadi bubuk kemudian kopi bubuk dikemas dan siap dijual.

"Pengemasannya sudah modern menggunakan alat pengemas kopi bantuan dari Dinas Koperasi dan Perindustrian Sumsel," ujarnya, Rabu (4/12/2019).

Kampanye Gaya Hidup Bebas Sampah, Kopi Satu Palembang Beri Sedotan Stainless Gratis

Setelah dikemas kopi kemudian diberi stiker merek dan siap dijual ke warung, media sosial hingga ikut membuka stand pada sejumlah pameran.

Kopi ini dijual dengan harga Rp 25 ribu per 250 gram atau seperempat kilo untuk jenis kopi bubuk yang sudah disangrai.

Kopi greenbean atau biji kopi kering dihargai Rp 15 ribu per 250 gram.

Sementara itu kopi roasting dibandrol Rp 20 ribu per 250 gram dan kopi saset dibandrol Rp 20 ribu per kemasan isi 11 saset.

Kopi nenek dusun juga pernah meraih juara 1 kompetisi BFI Coffeepreneur 2019 yang digelar November lalu.

Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved