Cerita Khas Sumsel
Asal Usul dan Keistimewaan Kerbau Pampangan, Sejak Awal Abad 19, Punya Susu Kental dan Banyak
Kerbau rawa asal Desa Pampangan Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), telah ditetapkan sebagai rumpun kerbau lokal Indonesia
Penulis: Yohanes Tri Nugroho | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG-Kerbau rawa asal Desa Pampangan Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan (Sumsel), telah ditetapkan sebagai rumpun kerbau lokal Indonesia.
Penetapan itu dituangkan dalam Keputusan Menteri Pertanian nomor 694/Kpts/PD.410/2/2013 tentang Penetapan Rumpun Kerbau Pampangan.
Kerbau Pampangan merupakan satu kekayaan sumber daya genetik (SDG) ternak lokal Indonesia yang memiliki keseragaman bentuk fisik yang khas.
Adapun kerbau Pampangan memiliki ciri khas kepala berwarna hitam, leher bagian bawah berwarna putih yang membentuk setengah lingkaran.
Tubuhnya sangat didominasi warnah hitam. Pada bagian muka berbentuk segitiga pendek agak cembung dan memiliki ruang dahi yang lebar.
Bagian tanduk pendek melingkar ke belakang dan mengarah ke dalam.
Beratnya bisa mencapai 526 kilogram untuk jantan dan 495 untuk betina.
Asal usul kerbau Pampangan berasal dari India pada sekitar awal abad ke 19, kemudian disilangkan dengan kerbau lokal yang ada di Indonesia.
Kerbau Pampangan mengandung anak selama hampir satu tahun lamanya atau sekitar 323- 335 hari, hingga akhirnya melahirkan anaknya.
Peternak Kerbau Pampangan, Leman menuturkan kerbau Pampangan memiliki banyak keistimewaan mulai dari cara memelihara, kekebalannya terhadap penyakit.
"Pertama itu dari cara memeliharanya. kerbau pampangan ini tidak sama sekali diberi makan, mereka mencari makan sendiri secara berkelompok," ungkap Leman kepada Tribunsumsel.com.
Peternak cukup membuka kandang setiap pagi sekitar pukul 06.00 WIB maka gerombolan kerbau akan keluar dan mencari makan.
Selanjutnya, tanpa ada komando dari peternak, sekitar pukul 16.00 wib mereka akan kembali pulang ke kandang secara bergerombol pula.
"Jadi memang cukup mudah memeliharanya. Saya cuma buka dan tutup kandang. mereka pergi cari makan sendiri dan pulang juga sendiri," kata Leman.
Untuk penyakit, Ia mengaku tidak pernah mendapati ternaknya sakit karena wabah penyakit tertentu.
Makan alami membuat kerbau menjadi sehat.