Sedih! Keluarga Nekat Bawa Jasad Orangtua ke Depan Lapas Demi Dilihat Anaknya Berstatus Narapidana

Kesedihan tak lagi bisa dibendung oleh narapidana pria di Jambi ini kala harus kehilangan orang tua yang telah bertahun-tahun ia rindukan.

Editor: Moch Krisna
Kolase gambar ilustrasi penjara dan jenazah via Tribunnews.com
Jerit Tangis Napi di Jambi dari Balik Jeruji, Keluarga Nekat Bawa Jasad Orangtuanya ke Depan Lapas Gegara Tak Diizinkan Pulang Melayat 

Bahkan demi keamanan pihak keluarga bersedia ND datang melayat dengan pengawasan ketat.

Namun nahas, rupanya upaya mereka pun sia-sia.

Pihak lapas tetap tak mengizinkan ND untuk keluar meski hanya sebentar.

Lantaran prihatin dengan ND yang sedih tak bisa melihat orang tuanya untuk yang terakhir kali, pihak keluarga pun berinisiatif untuk nekat.

 

Melansir Tribun Jambi, atas izin pihak lapas, keluarga ND pun berinisiatif untuk mempertemukan sang napi dengan orang tuanya untuk yang terakhir kalinya.

Dengan bantuan warga dan pihak lapas, keluarga pun membawa jasad orang tua sang napi hingga ke depan sel tempat ND ditahan.

Tak ayal, ND yang telah menunggu dari balik jeruji pun langsung menjerit nangis saat melihat orang tuanya yang terbujur kaku ada di hadapannya.

Tanpa bisa menyentuh atau memeluk jasad orang tua yang begitu ia rindukan, ND menangis dari balik jeruji.

Air mata tak henti-hentinya jatuh membasahi wajah ND saat melihat orang tua yang bertahun-tahun tak bisa ia jumpai kini telah meninggal dunia.

Mirisnya lagi, ND bahkan tak bisa mengantar jasad orang tuanya ke pembaringan terakhir.

Kejadian memilukan yang dialami ND ini rupanya sempat ramai dan viral di media sosial.

Banyak warganet yang mengecam pihak lapas atas kejadian memilukan ini.

Momen saat orang tua napi ND dibawa masuk sampai ke depan sel tempat ND di tahan.Dokumentasi Istimewa via Tribun Jambi
Momen saat orang tua napi ND dibawa masuk sampai ke depan sel tempat ND di tahan.

Mereka menyebut pihak lapas sama sekali tak punya hati nurani atas kejadian ini.

Ada juga yang menyebut kalau yang meninggal ataupun yang menjadi tahanan adalah pejabat, pasti diizinkan untuk izin sementara.

Mereka pun membandingkan kejadian ini dengan mantan Gubernur Jambi yang dulu sempat mendapat izin dari pihak lapas untuk pulang melayat.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved