PKS Kritik Keras Presiden Jokowi, Penunjukan Staf Khusus Bernuansa Bagi-bagi Kursi
PKS Kritik Keras Presiden Jokowi, Penunjukan Staf Khusus Bernuansa Bagi-bagi Kursi
TRIBUNSUMSEL.COM - PKS Kritik Keras Presiden Jokowi, Penunjukan Staf Khusus Bernuansa Bagi-bagi Kursi
Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Ahmad Fathul Bari menilai, penunjukan 13 staf khusus Presiden Joko Widodo masih bernuansa bagi-bagi jatah kekuasaan.
Menurut Fathul, penunjukan staf khusus tersebut bertentangan dengan komitmen Jokowi sejak 2014, yaitu berjanji membangun Kabinet Kerja dan tidak bagi-bagi kursi.
• BREAKING NEWS : Kecelakaan Maut di Jembatan Ampera, Angkot Kertapati Tabrak 4 Motor
• Kejutan Atta Halilintar Untuk Ashanty, Go Publik dengan Aurel Hermansyah? Ditarget Nikah Tahun 2020
• Korban Angkot Ugal-ugalan Jembatan Ampera Ungkap Detik-detik Kronologi Kejadian
"Kalau lihat keseluruhan staf khusus yang ada, nuansa bagi-bagi kursi masih terlihat, sesuatu yang bertentangan dengan komitmen Presiden Jokowi sejak 2014 (bangun kabinet dan tidak bagi-bagi kursi)," kata Fathul saat dihubungi, Jumat (22/11/2019).
Menurut Fathul, jumlah staf khusus Presiden Jokowi sangat banyak sehingga tidak menjadi efisien dalam pemerintahan.
Hal lain yang jadi sorotan adalah tugas, pokok, dan fungsi (Tupoksi) para staf khusus belum jelas.
"Kalau lihat jumlah staf khusus yang sangat banyak, tentu bertentangan dengan alasan efisiensi, apalagi belum jelas tupoksi mereka," ujar dia.
PKS, kata dia, akan melihat apa saja yang nantinya akan dilakukan staf khusus presiden tersebut.
"Tapi tentu hal tersebut harus diuji dan kita akan lihat nanti apa yang mereka perbuat," ucapnya.
Selanjutnya, Fathul berharap, seluruh staf khusus Presiden Joko Widodo khususnya dari kalangan muda, dapat memberikan kontribusi dalam pemerintahan. Sehingga, mereka dapat menjadi citra yang baik bagi masyarakat.
"Bahwa ketika kalangan muda diberikan kesempatan, ternyata mereka mampu membawa perubahan bangsa ke arah yang lebih baik," kata dia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah menunjuk 13 orang sebagai staf khususnya.
Dari jumlah itu, tujuh orang merupakan wajah baru dan berasal dari kalangan milenial.
Mereka adalah Putri Indahsari Tanjung, Adamas Belva Syah Devara, Ayu Kartika Dewi, Angkie Yudistia, Gracia Billy Yosaphat Membrasar, Aminuddin Ma'ruf, dan Andri Taufan Garuda Putra.
Selain ketujuh milenial yang berusia 20 sampai 30-an tahun itu, Jokowi juga menunjuk dua wajah baru lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/7-staf-khusus-jokoi123.jpg)